Puzzle I

‘Menyusun puzzle kehidupan?’ hm… look so poetic, doesn’t it ? ya. Itu salah satu tekadku melanjutkan perjalanan. Puzzle merupakan salah satu mainan idolaku. Sewaktu kecil ada puzzle bergambar perangko, hadiah dari salah satu paman, yang sering kubongkar pasang, bahkan aku menghitung menitnya untuk memastikan bahwa kali ini puzzle selesai dalam waktu singkat. Puzzlenya bukan puzzle anak-anak loh, jadi lumayan rumit lah. Silakan perhatikan detil kemiripan bagian demi bagian untuk menjadikannya puzzle utuh.. Maka saat ke toko mainan di Konstanz, aku memutuskan membeli puzzle 3000 pieces yang kotaknya saja super besar, bergambar peta dunia klasik (aku suka sekali melihat peta!), dan berharap suatu saat akan menyelesaikan puzzle super rumit itu. Dan…. tara… Puzzle peta itulah yang menjadi inspirasi desain undangan pernikahan kami😉
Membuat puzzle itu susah-susah gampang, semakin penasaran, semakin besar rasa ingin menyelesaikan puzzle itu.. tapi ini permainan yang asik banget… so, sebagai salah satu langkah menyusun puzzle kehidupan, berangkatlah saya ke ibu kota. Ada misi yang harus dikerjakan di sana.. Misteri jejaring masa depan yang dibangun perlahan. Di sela misi tersebut, saya bergerak bagai laba-laba yang mengeluarkan spineretnya untuk memindai daerah-daerah yang pernah dilalui, merasakan suatu petualangan baru, sendirian, dan (harus) berani, dalam wujud alat transportasi publik.
Bagi anda yang pernah merasakan bertualang dengan kendaraan umum di dalam dan luar negeri (baca : negara dunia pertama), mungkin pernyataan ini muncul di kepala anda ‘Saya merasa lebih aman di stasiun kereta di Konstanz’, ‘Wah, ngeri di Soekarno Hatta, Ngurah Rai, Tugu, atau Gubeng.. baru menjejakkan kaki keluar, orang-orang sudah membujuk untuk naik taksi atau ojek.’ Ya, nggak ? Pikiran itu jamak terbetik di kepala.. Aman dan nyaman, adalah dua kata kunci yang kuingat dari perbincangan beberapa tahun yang lalu dengan Pak Heru Sutomo (PUSTRAL UGM) tentang alat transportasi publik yang dibutuhkan masyarakat. Masalah transportasi bukan hanya sebatas urusan teknis koridor bus, kenyamanan bis, beli tiket, support system antar moda transportasi publik, namun juga bagaimana orang-orang di sekitar bandara, stasiun, ataupun terminal terhidupi.. Bukan hanya warung waralaba ramai diserbu penumpang pesawat, namun juga para pedagang air mineral, soto surabaya, nasi pecel, koran, TTS, porter, taksi, juga ojek yang berjuang untuk makan anak istri dan membayar setoran dengan berebut menawarkan jasa pada penumpang yang baru menjejakkan kaki di pemberhentian kendaraan. Singkatnya, ini hidup matinya segala umat, bo !
Tapi sebagai konsumen pun kita musti mengatur diri. Maka dengan alasan keamanan, kebersihan, ataupun ‘kekhawatiran dibohongin’ dalam hal harga, kita bisa jadi menegasikan semua yang ditawarkan. Saat berkelana di ibu kota sendiri untuk mengurus sesuatu, famili selalu mengingatkan untuk memilih taksi merk tertentu. Harganya lebih mahal memang, namun terjamin keamanan dan harganya (tidak perlu tawar menawar yang membuat runyam). Kini, di usia yang sudah sekian (ciee…. ), aku ingin mencoba alat transportasi publik massal. Ternyata cukup menarik, dan penting buat anda untuk sekedar survive..
‘Han, jangan tanya sama orang-orang yang sok akrab di depan stasiun.. tanya aja sama petugas berseragam (identitas seragam begitu penting di sini, karena menunjukkan otoritas dan .. dapat dipercaya..)’, pesan temanku yang baru 5 tahun bergumul dengan Jakarta. Maka dia pun memberikan petunjuk teknis ke jalur busway maupun kopaja yang melewati stasiun Gambir, tempat satu sudut puzzle hidupku disusun. Nah, karena aku sengaja menggunakan transportasi publik di kota, maka aku akan membagikan beberapa hal yang mungkin berguna saat berkendara di alat transportasi publik di negeri tercinta. Siapa tahu berguna untuk anda..

Peralatan yang perlu dibawa saat menggunakan transportasi publik :
1. Tisu untuk mengelap ingus dan menutup mulut jika anda batuk pilek (bisa beli dipenjual asongan), bisa juga gunakan sapu tangan
2. Tisu basah (untuk mengelap muka anda yang kucel setelah perjalanan panjang)
3. Hand sanitizer (untuk membersihkan tangan anda yang pasti banyak kumannya)
4. Minyak angin (aku menemukan aroma terapi berbentuk roll on yang berfungsi menghangatkan badan, sangat cocok untuk mengurangi rasa kembung dan pening, dan yang penting, tidak berbau balsem dan minyak kayu putih!)
5. Buku (yang ini barang wajib untukku, buku menjadi teman yang paling akrab, di saat menunggu kereta datang dan saat perjalanan-jika dapat kursi)
6. Untuk kereta eksekutif jarak jauh dan kereta AC ekonomi jakarta, anda bisa juga memasang head set di kepala dan mendengar musik-musik dari i phone anda.
7. Air minum (air mineral, susu kotak, juice, teh, dll sesuai selera anda)
8. Roti/kue/camilan/coklat (sekedar mengganjal perut yang lapar di perjalanan)
(Poin 7 dan 8 tidak boleh dinikmati di atas bus transjakarta dan kereta ekonomi AC)

Amunisi penting :
1. Tiket..bawa uang receh untuk membeli tiket di loket..
a. Untuk perjalanan jarak jauh (kereta api), silakan beli tiket jauh hari. Minta pada petugas tiket untuk mendapat kursi di bagian tengah (kursi di nomor ujung berlokasi di dekat wc. Berpotensi membuat polusi udara).
b. Untuk perjalanan jarak dekat, anda bisa langsung ke loket. Tanyakan sekalian pada petugas tentang lokasi jalur kereta/busway yang kita tunggu dan jam berapa alat transportasi publik tersebut datang. Jadwal kereta ini sering tidak sesuai jadwal.
2. Jangan sampai salah kereta/busway (bisa berabe tuh)! Pastikan jurusan dan jadwal keberangkatan. Kalau ragu, tanyalah pada petugas berseragam dan bertanda pengenal di pintu masuk.
3. Untuk kereta jarak dekat, silakan browsing jadwal keberangkatan kereta, rute dan stasiun-stasiun yang dilalui kereta. Ini penting sekali mengingat tidak semua kereta mencantumkan rute stasiun demi stasiun yang dilalui, apalagi jika anda turun di stasiun kecil. Tidak ada pengumuman nama stasiun! Jadi perhatikan sampai di mana anda berada..Untuk busway, mengetahui jalur busway dan halte-halte transit akan memudahkan anda berkelana.
4. Adab di transportasi umum : persilakan pengguna kendaraan untuk keluar terlebih dahulu. Setelah semua keluar, baru giliran anda untuk menaiki kereta/bus. Anda akan membuat awal perjalanan yang tidak menyenangkan jika memaksakan diri naik/masuk terlebih dahulu ke kendaraan sementara penumpang lain sedang akan turun kendaraan. Percayalah, selalu ada ruang untuk anda di kendaraan.
5. Antri. Biasakan antri di mana saja, main serobot sama dengan anda mempermalukan diri sendiri. Ini akan terjadi di loket pembelian karcis kereta, bus trans jakarta, dan di halte busway.

One thought on “Puzzle I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s