Bioskop di Pelosok

Aku hidup di daerah, tidak ingin menyebutkan istilah ‘pelosok’, namun itu memang demikian perjuangan ke sana. Perlu perjalanan panjang untuk mencapai tempat itu, 4-5 jam dari bandara propinsi tetangga dengan view pohon kelapa dan sawit berjajar menemani. Tak kurang hamparan bakau di pantai nan indah dan rumah-rumah nelayan di tepi pantai yang membuat mata tak berkedip dan mulut berdecak kagum. Ini sungguh-sungguh kehidupan ! Menyepi ke pantai, berteman dengan pasir putih, ikan bakar, dan tegukan air kelapa muda hijau ? Hm…. nikmat… Pergi ke dermaga, melihat ikan-ikan menari cantik dan terumbu karang yang asri, apa lagi yang membuat cuci mata dan kerling bahagia mensyukuri nikmat Tuhan? Tapi, itu untuk dua atau lima hari. Setelahnya, menemui diri hidup di wilayah yang tak terjamah listrik PLN, serasa diri tercerabut dari dunia. Hidup baru dimulai dengan tugas dan tanggungjawab baru. Langkah-langkah kecil kehidupan menjadi langkah panjang penentu kehidupan seorang manusia. Maka setitik hiburan kecanggihan teknologi akan menjadi penyejuk dahaga. Menonton film menjadi hiburan yang menyenangkan. Namun sayang, tidak ada bioskop di daerah. Bioskop hanya ada di kota besar untuk kaum urban. Biasanya, kami menonton film bersama dengan bantuan in focus yang dipancarkan ke tembok rumah. Film-film hollywood dan sepak bola piala AFF ditonton bersama ditemani pisang goreng, sambal tomat, dan segelas saraba.. Hm.. nikmatnya… Dan nonton bareng ini akan bergantung pada cuaca. Jika bulan dan bintang tampak mempesona di langit, kami bersorak bahagia. Gerimis, kami masih bertahan. Hujan, kami berlarian dan menyelamatkan instrumen-instrumen elektronik. Misbar istilahnya, gerimis bubar. Hiburan kolektif ini sungguh meringankan kepenatan otak, kegalauan hati, ataupun lelahnya fisik karena kerja keras seharian. Sungguh suatu event nonton bersama menjadi acara yang ditunggu anak-anak dan orang tua.

nonton bareng piala AFF

ayo ikutan nonton!

Sedikit berandai, kalau ada home entertainment yang bisa dinikmati bersama tetangga di rumah, maka hujan tidak akan menghentikan nonton bareng kami. Orang-orang daerah juga bisa menikmati film-film bagus dengan performa hebat lewat media home entertainment. Hm..kalau ada  cinema 3D, pasti ini akan menjadi hiburan hebat untuk orang-orang yang tinggal di daerah seperti kami. Dengan genset, kami jadi memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati hiburan (film-film) dengan kualitas gambar, suara, dan kenyamanan yang tak kalah dari bioskop. Nonton film juga bisa dinikmati segala usia dengan penyesuaian film dan pemirsanya. Baik dinikmati berdua saja, dengan anak-anak untuk film edukasi, atau nonton bareng tetangga-tetangga di sekitar rumah. Ah, pasti keren !

4 thoughts on “Bioskop di Pelosok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s