Nunggang Montor Mabur (aka pesawat terbang)

Montor mabur. Inilah kendaraan cepat yang melintas ruang dan waktu. Lokasi jauh yang musti ditempuh membuat montor mabur atawa pesawat terbang menjadi pilihan. Belum lama kami mendapatkan National Geographic traveler 2010 (dengan Rp 20.000,- saja) tentang pesawat terbang dan mengingatkan saya hasrat menulis tentang perjalanan berpesawat terbang. Sebetulnya keinginan menulis tema ini muncul setiap saat saya melalui perjalanan naik montor mabur, namun selalu saja tertunda.

Pasti anda sudah pernah nunggang montor mabur, ya kan? Jadi di bawah ini lebih pada curhatan saya tentang montor mabur dan sekitarnya. Harap maklum…

Pada prinsipnya naik pesawat terbang itu menyenangkan, dengan catatan tidak perlu banyak transit, menunggu keberangkatan selanjutnya, dan tak perlu naik-turun ganti pesawat. Gelisah menunggu pesawat itu sungguh tidak enak, apalagi kalau ada delay yang belum tahu pasti kapan terbangnya.

Pemerintah Indonesia melindungi konsumen pesawat terbang melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang asuransi keterlambatan, bagasi hilang serta kecelakaan yang mulai berlaku 1 Januari 2012. Maskapai penerbangan yang delay lebih dari 4 jam wajib memberikan ganti rugi Rp 300.000,- bagi tiap penumpang. Untuk bagasi tercatat yang hilang, maskapai harus memberikan ganti rugi Rp 200.000,-  /kg, dengan jumlah maksimum Rp 4.000.000,-. Untuk kargo yang hilang, akan diberikan ganti rugi Rp 100.000,- /kg, sedangkan untuk kargo yang rusak wajib diberikan ganti rugi sebesar Rp 50.000,- per kilogram. Semoga aturan ini menjadi jaminan bagi konsumen agar tidak terjadi lagi keterlambatan pesawat di Indonesia ya.

Kenyamanan Bandara

Untuk melewati kegelisahan menunggu di bandara, maka keberadaan toko dan gerai merchandise sangat membantu penumpang. Selain itu, keberadaan toilet yang apik dan resik akan meningkatkan kenyamanan penggunanya. Dalam catatan saya, toilet, setidaknya di terminal Bandara Soekarno Hatta dan bandara Sultan Hassanudin, cukup nyaman. Sayang sekali Adisucipto dan Ngurah Rai (dua bandara internasional Indonesia) belum memiliki toilet yang nyaman, pun toilet yang berada di terminal keberangkatan. Semoga pihak Angkasa Pura memikirkan hal ini ya. Menurut saya, tandas/toilet/rest room ini menjadi syarat mutlak untuk mendukung kenyamanan pengguna, terlebih bagi bandara internasional.

Di bandara, banyak penanda informasi yang akan memudahkan kita mencari tempat tujuan. Departure, Arrival, tempat check in, baggage claim, lost and found, semua ada tandanya yang bisa dibaca jelas. Memang untuk pertama kali akan membuat bingung, karena banyak sekali loketnya, dan banyak penandanya. Namun jika anda melakukannya beberapa kali, bandara bisa jadi familiar untuk kita. Dengan sign yang sama, anda tidak akan tersesat di bandara se Indonesia hingga luar negeri. Ikuti petunjuknya dan anda akan sampai ke tempat tujuan atau bertanyalah pada petugas berseragam.

Bandara yang keren di Indonesia adalah Sultan Hassanudin di Makassar. Pilar-pilar bandara ini mengingatkan saya pada bandara KL dan Frankfurt. Merchandise yang ditawarkan di bandara ini juga cukup menawan, anda bisa memilih kopi toraja, kupu-kupu Maros, hingga  peci. Kain-kain tenun tradisional pun dijual di sini, sangat menyenangkan untuk yang tidak sempat belanja oleh-oleh. Sayang sekali gerai-gerai belum banyak yang buka. Tak salah kiranya pintu masuk Indonesia Timur ini mendapat predikat Bandara Award 2011 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan, serta Kementerian BUMN.

Untuk internasional, yang saya tahu, bandara Frankfurt merupakan bandara yang nyaman dan aman. Waktu tidak terasa malam karena 24 jam penerbangan berjalan cepat. Penumpang berlarian dengan trolli penuh koper dan bag pack untuk mengejar check in merupakan pemandangan yang biasa, bahkan pukul 24.00 waktu setempat. Di bandara ini juga, 8 tahun yang lalu, kami (teman-teman turjen : Koko, Reza, Emsi, Devi, Aning, Atin, Vicki, Aji, Riza, dan saya) terlunta-lunta tidur di kursi tunggu bandara menunggu keberangkatan esok hari. Reza bahkan pernah kehilangan passport di sini, dan untungnya ketemu! Toko buku, merchandise, tempat makan, gerai pakaian, parfum, tas, hingga toilet bersih tersedia. Trolli tersedia dalam jumlah memadai dengan kondisi bersih dan ada remnya. Semua informasi tentang bandara, pesawat, atau tentang Jerman tersedia dalam brosur gratis yang bisa diakses siapa saja. Sementara itu, bandara KL menawarkan kenyamanan tandas/toilet dengan flush. Ini sangat membantu untuk orang udik seperti saya yang belum terbiasa dengan kertas toilet saja.

Perilaku yang Mengganggu

Perjalanan dimulai saat antri check in. Nah, di sini saya biasanya sudah mulai emosi ? mengapa ? Karena orang-orang itu dengan enaknya melanggar antrian. Kita sudah antri panjang, eh dianya datang…. theng theng theng, dan lebih menyebalkan lagi, langsung dilayani petugas check in.. Loh, kok bisa ? Saya biasanya teriak, ‘Antri dong!’ tapi sepertinya nggak ada kata ‘antri’ dalam kamusnya. Jadi tuh bapak cuek-cuek saja. Saat saya protes hal ini, petugas tidak bisa menjawab. Dan ternyata hal ini terjadi di banyak bandara di Indonesia.. aduh…. Mari kita menghargai orang yang sudah rapi antri… Untuk petugas di bandara, mohon lebih tegas untuk menolak orang yang nyelonong tanpa antri.. Salut saya pada petugas di halte bus transjakarta yang sigap menghardik orang yang tidak mau antri..

Gangguan kedua adalah handphone. Sudah ada seruan pada penumpang untuk  mematikan handphone, tapi kok itu handphone masih  menyala sesaat sebelum lepas landas dan saat pesawat hendak mendarat ke lintasan, ya? Belum-belum sudah terdengar dering ponsel yang berurut satu demi satu, lalu tak lama muncul suara, ‘Halo? Tolong jemput Mama ya?’

Tahukah anda bahayanya sinyal handphone anda bagi keselamatan penerbangan ? silakan cek di tautan www.migasindonesia.com/…/Ponsel_Menganggu_Penerbangan.doc Ada diskusi tentang penggunaan handphone di pesawat terbang.  Perilaku tersebut sungguh mengganggu kenyamanan dan keselamatan. Padahal, jarak waktu antara pesawat mendarat, berhenti, dan kemudian penumpang menurunkan barang bawaan di kabin lumayan lama. Belum lagi antri turun dari pesawat, naik bis menuju terminal kedatangan, dan berjalan menuju tempat pengambilan bagasi hingga antri pengambilan bagasi. It takes time, kan? So, you can make a call there ! Ya kalau penjemputnya belum datang, apa guna ponsel anda dan jadwal penerbangan yang ada di tangan untuk koordinasi dengan pihak penjemput sebelum anda naik ke pesawat ? to?

Anda akan malu sendiri jika anda melakukan hal bodoh tadi jika anda berkesempatan ke luar negeri naik maskapai asing. Penumpang lain akan memelototi anda, dan pramugari juga pasti akan mengingatkan anda secara khusus.

Perilaku lain yang mengganggu adalah melepas seat belt dan buru-buru berdiri mengambil barang di atas tempat duduk pada saat pesawat belum mendarat sempurna. Emm, emangnya ini di kereta api terusan, yang musti buru-buru karena kereta akan laju ke kota selanjutnya? Tenang, pesawat itu pasti akan parkir lama, ndak usah terburu-buru, pasti ada kesempatan untuk anda.

Ada lagi, yakni saat berebut tempat mengambil bagasi. Saling sikut mencari celah berdiri mengawasi satu demi satu koper yang lewat. Belum lagi di bandara Mutiara dimana orang-orang banyak merokok di tempat pengambilan bagasi..Oh.. Saya juga baru sadar, ternyata tidak semua bandara di Indonesia menyediakan trolli bagi penumpangnya. Trolli digantikan porter. Wah, padahal saya terbiasa melakukan semuanya sendiri dengan bantuan trolli..

Kok banyak catatan negatif tentang perilaku orang Indonesia terkait dengan montor mabur, ya? Apakah sedemikiannya orang Indonesia itu sehingga selalu saja tidak tepat saat menggunakan perangkat teknologi, ya teknologi montor mabur, handphone, jalan raya, motor, hingga facebook. Apakah karena kita demikian menjadi konsumen teknologi dan tidak berproses dalam memperoduksi teknologi tersebut sehingga kehilangan konteks, tata cara, tata krama, aturan, dalam memanfaatkan teknologi ?

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s