Tentang membaca buku….

Ada beberapa pengalaman menarik hari ini, selasa 21 Februari 2012. Karena sabtu lalu saya berhalangan mengajar di SD inpres, maka saya berencana mengganti jam pelajaran bahasa inggris tersebut pada hari lain. Maka berangkatlah kami berdua pagi-pagi (saya mengantar suami ke tempat kerja) untuk selanjutnya berangkat ke sekolah. Setelah selesai berkoordinasi dengan guru kelas 5 untuk jam pengganti, saya pun bergegas ke pasar SP 1. Kulkas di rumah sudah kosong karena jumat lalu saya tidak ke pasar, melainkan ikut pameran di kota tetangga.

Di pasar hari ini, alhamdulillah saya tidak menjumpai anak-anak sekolah ataupun bapak ibu guru di jam sekolah seperti ini. Maklumlah, hari pasar hanya selasa dan jumat. Di luar itu, kami mengandalkan pedagang sayur dan ikan keliling.. Saat hari pasar seperti ini, segala penjual tumpah ruah, baik dari kota sebelah maupun pedagang yang memang bertempat tinggal di SP. Mulai dari kue basah sampai terasi, dari jilbab paris 15.000an sampai baju cakar (awul-awul). Karena itu, tak jarang saya disapa anak-anak, ’Bu guru…. atau Miss….’ saat membeli sayuran di pasar. Kadang pake cium tangan segala. Saat saya tanya, mereka menjawab, ‘Disuru beli kue sama Bu guru..’. Oo….

Setelah mempercayakan barang belanjaan pada ojek langganan (maklum, saya naik MegaPro, ndak ada cantelan untuk barang belanjaan), saya bertemu seorang ibu. Tetangga rumah sebetulnya, namun kami jarang bertemu. Kepada saya dia berujar, ‘Bu, si Lili itu agak ….,’ ujarnya sambil membentuk tanda di muka wajahnya. ‘Dia sukanya pinjam buku di tempat Ibu, eh, besoknya ditukar buku lain, padahal di rumah bukunya tidak dibaca.’

‘Tapi bukunya dilihat-lihat kan, Bu?’ tanya saya.

‘Iya dilihat-lihat saja dan dibaca asal. Kakaknya tertawa kalau Lili datang dan membawa buku baru.’ Saya bilang, ‘Miss Hani marah nanti. Lili kalau diajari membaca tidak mau, maunya dibaca sendiri meskipun ngawur bacanya…’ panjang lebar sang ibu menjelaskan.

Si anak memang belum lancar membaca dan menulis meskipun sudah kelas 2 SD. Dia pun tertinggal dari anak-anak seusianya yang suka bermain dan belajar di rumah kami.

‘Ah, ndak apa-apa Bu, bagus itu,’ tukas saya. ‘Awalnya memang membuka-buka, tidak apa-apa tidak dibaca, yang penting dia suka membuka buku, melihat gambarnya, lalu mengarang ceritanya. Nanti lama-lama dia akan ingin belajar membaca Bu,’ lanjut saya… si ibu masih ragu bahkan hingga kami berpisah..

Seperti anak-anak lainnya, Lili suka bersepeda saat sore hari. Sering dia bersepeda dengan keponakannya yang masih 3 tahun. Tiap kali berpapasan dengan saya, dia dengan sadarnya berseru, ‘Miss…Ada buku di rumah.. Tunggu ya Miss, saya ambil bukunya dulu…Miss Hani tunggu ya…’

Saya pun mengiyakan dan ‘melayani’ anak-anak kecil ini. Saya tawarkan pada mereka untuk tukar buku, atau dengan kata lain, meminjam buku lainnya yang menurut mereka menarik. Meski buku yang kembali kadang sobek atau kucel, tidak apa-apa, yang penting anak-anak ini terbiasa dengan  buku. Buku yang baik adalah buku yang sering dibaca, ya?

***

Sore hari ini, saat saya dan anak-anak sedang belajar dan membalas surat dari sahabat pena dari  Kartasura Jawa tengah, datanglah seorang anak, usia 3 tahunan. Dia datang dengan membawa buku yang selasa lalu dipinjamnya. Sang ibu mengantar sambil tersenyum-senyum.. olala… si Wana mengembalikan buku… wajahnya imut dengan kucir kanan kiri dan bedak belepotan… ucapannya masih patah-patah belum jelas, namun dia datang untuk mengembalikan buku.. Ah, senangnya saya… entah buku itu jadi kucel, entah buku itu dibuka dan dilihat gambarnya, tidak apa-apa… yang penting si anak akrab dengan buku…

Adapun sehari sebelumnya, anak lain, Jeondri namanya, mengembalikan novel Eliana setelah sebelumnya dia mengkhatamkan Burlian dan Pukat. Saya berikan kado novel Burlian saat acara sunatannya. Dan ternyata novel ini langsung dibaca habis. Jeondri pun bertanya pada saya,  ’Apakah (buku) Amelia sudah ada?’  Saya menggeleng, ‘Bukunya (Amelia) belum keluar (belum terbit).’ Well, setahu saya sih, bulan lalu saat kami ke Palu, baru ada 3 novel tere liye itu yang terpasang di rak buku… Wah, padahal kalau anda tahu, novel seri ini minimal 340 halaman. Untuk anak kelas 6 SD seusianya, yang tinggal di daerah pelosok seperti ini pula, melahap buku setebal itu merupakan sesuatu yang hebat. Bahkan dia lebih cepat menyelesaikan novel ini daripada orang dewasa yang meminjam novel lainnya!

Sang ibunda menceritakan pada saya, bahwa si anak pada suatu subuh datang memeluk dirinya dan mengucap ‘Terima kasih ya, Bu.. sambil berkaca-kaca.’   Walhasil sang ibu kebingungan, ‘Ada apa dengan anakku ya ?..’ ternyata si anak baru saja membaca novel Pukat dan menangis terharu…. Oh….

Ada 1 lagi cerita, ini pembaca buku yang pertama meminjam buku di rumah. Namanya Rihan, TK 0 besar. Dari cerita ibunya, si anak suka mengkhayal, kira-kira di mana posisinya dalam setiap petualangan di buku yang dibacakan Mamanya. Tiap buku yang dipinjam dibaca berulang-ulang sebelum tidur, tak jarang dibumbui sang mama. Saat Rihan mencoba membaca sendiri bukunya atau minta dibacakan kakaknya, dia akan protes, ‘Kok ceritanya lain dengan yang dibacakan Mama?’ … Nah lo, Mama?

Dan sore ini, saat anak-anak seusianya ribut mendapat kepiting di parit depan rumah, Rihan berceloteh, ‘Itu energinya diserap…blablabla…Tahu ko?’  Wah, kayaknya dia barusan mengkhatamkan majalah Kuark level 3 (kelas 5-6 SD) nih (tepok jidat.com)

***

‘Ai… mana buku yang ada gambarnya itu, Miss?’ tukas Giggsy dengan logat lokal.

‘Waduh, buku mana yang kaumaksud, Nak? Carilah sendiri di rak…’

Dan Giggsy pun sibuk mencari buku demi mencari gambar yang dicarinya….’Na… ketemu, Miss!’

2 thoughts on “Tentang membaca buku….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s