Alice in Wonderland

Apa yang bisa menyatukan  keberbedaan ? Pertanyaan ini menjadi rumusan masalah saat pertama kali saya menjejakkan kaki di bumi baru, di lokasi bermukim beberapa waktu yang lalu.

Apa yang mampu mempersatukan orang-orang yang berbeda latar belakang suku, agama, jenis kelamin, juga keahlian? Apa yang membuat mereka enjoy hidup bersama dalam keterbatasan dan tekanan ?

Ternyata saya menemukan jawabannya. Alat penyatu keberbedaan adalah niat tulus untuk berbuat sesuatu. Niat tulus yang disertai tindakan untuk mengerjakan sesuatu, bukan karena perintah, bukan karena paksaan, bukan atas intimidasi. Bukan pula agar dekat dengan jabatan, apalagi mencari muka, namun atas kesadaran pentingnya mengerjakan sesuatu yang sama-sama menguntungkan. Ya, adanya simbiosis mutualisme, atau win-win solution memungkinkan semuanya berjalan meskipun ada goncangan dari luar.

Lalu bagaimana memunculkan niat tulus ini ? yang pertama adalah rangsangan. Rangsangan berupa sentuhan, keakraban, kebiasaan, dan kebersamaan. Yang saya maksudkan adalah adanya kemampuan dan kesempatan untuk berbaur dengan sesama tanpa memperhatikan latar belakang pangkat. Berbaur sebagai teman, berbaur atas dasar sesama manusia, berbaur bukan untuk tujuan loby-loby.

Jeda, keseganan, dan keengganan akan muncul saat kita masuk dengan asing, dengan berjarak atasan-bawanan (meskipun itu pangkat suami yang terlekat), karena orang akan mengikuti sesuatu atas dasar kewajiban. Hidup tidak akan tenang. Selalu ada ancaman. Ancaman ini efeknya bisa 2 hal ekstrem, yang pertama orang mengerjakan sesuatu atas dasar ketakutan, yang kedua munculnya penegasian yang besar atas segala hal, dan lainnya mengayun dalam pendulum di antara kutub A dan B.

Saya jadi teringat film Alice in wonderland.

Selalu ada yang berperan sebagai ratu

Selalu ada yang berperan sebagai penasehat

Selalu ada yang berperan sebagai pelayan setia

Selalu ada yang berperan sebagai guardian

Selalu ada yang berperan sebagai penjilat

Selalu ada yang berperan sebagai  pihak yang berbeda pendapat, ada yang mengerjakan perintah, ada yang berjuang dengan tindakan, ada yang menjadi  martir, ada yang menjadi pelindung.

Ada juga mata-mata yang memperbesarkan masalah yang tidak besar, yang menarik keuntungan atas kebutuhannya pribadi.

Ada hukum dan penegak hukum, yang kerap kali menghilang

Nah, apa yang membuat persatuan muncul? Kerja sama muncul ?

Kalau kau tahu hukum fisika, ada F aksi = F reaksi. Semakin besar  F aksi yang negatif muncul, maka F reaksinya akan semakin besar. Dan semakin menyakitkan bentakan yang diterima, maka F reaksi akan semakin kuat, dalam bentuk apapun. Namun untuk membentuk F reaksi, ada komponen penyusunnya (aku jadi ingat  Wintang, Pengajar Muda Bawean yang hobi banget menghubungkan fisika dengan fenomena sehari-hari). Komponen ini dibentuk oleh kerja keras, kerja sama, rasa cinta, kebersamaan, win win solution, dan niat tulus. Apabila satu komponen ini tidak ada, maka F akan rapuh dan tidak kuat. Dan sekali F aksi muncul, maka F reaksi akan muncul pula.

Yuk, kita nonton film Alice in Wonderland dan mengaca dari film tersebut, peran apa yang kita mainkan dan seberapa besar kontribusi kita dalam melakukan perubahan menuju perbaikan ?

Terima kasih untuk semuanya.

Mohon maaf untuk semuanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s