Koper, tas jinjing, ransel dan kardus

Orang yang tinggal di jawa mungkin akan berkata, lu sibuk amat cari ini itu ? memang di sana nggak ada ya?

Orang di jawa mungkin akan mengecap, orang luar kalap belanja…

Mengapa ?

Kuberi tahu ya…

Karena di daerah sana memang tidak ada barang semacam dan sekualitas itu.. dengan harga dan pilihan beragam, jawa sungguh memberi banyak tawaran yang bahkan di daerah, barangnya tidak ada, atau kalau ada, harga menjadi berlipat…

Maka aku surprise ketika suamiku meminta untuk cari ini itu, baik barang elektronik yang aku tak paham penggunaannya, maupun barang keperluan rumah…

Perjalananku ini sesungguhnya di luar perencanaan.

Rencananya, selepas training, aku segera kembali ke rumah baru di sulawesi.. tapi ternyata ada panggilan dari kakak-kakak untuk membahas sesuatu….dan ternyata, ada perubahan kembali mengingat satu dan lain hal (aka dinamika) yang terjadi….. dan ternyata, gigiku bermasalah, ternyata aku juga perlu memeriksakan mataku yang bermasalah jauh sebelum keberangkatan ke jawa…. ternyata suami baru bisa menjemput ke kota di tanggal tertentu……..so here I am, transit !

Rencana kembali berubah saat ibu kota dengan dahsyatnya menghajar pertahanan kesehatanku dengan batuk, pilek, dan migren… udara bersih jatiluhur, biarpun panas lembab, dengan AC soak di kamar tidur, mengembalikan kebiasaan berhisap udara segar…..demikian pula kesegaran situlembang, sebuah tempat indah markas pasukan elit TNI AD, mengembalikan kesegaran dan kebugaran diri, meskipun untuknya aku musti berlipat jaket, kaos kaki, dan sleeping bag… Tapi jakarta kembali menghajarku, ditemani trans jakarta, kopaja, angkot, membelah kota untuk mencari barang..hanya karena barang itu tidak ada di daerah sana…

Rencana yang sudah disusun pun disesuaikan ulang, mengingat batuk dan flu demikian menghajar. Dilanjutkan dengan permintaan mengantar keponakan belajar inggris di kampung pare…oh, travel  roda 4 jogja-pare itu sungguh buruk…. roda berputar, berganti lagi rencana itu…..

Aku sudah packing barang… sekardus buku (yang ditengarai tidak akan dijumpai di sulawesi sana.. dan sudah dibuktikan sih) sebagai santapan rohani kami…..sekoper barang, tambahan yang muncul seiring kebutuhan pekerjaan di ibu kota, juga jaket touring pesanan khusus……… satu tas diluar dugaan, karena request tirai untuk tempat baru…. dan masih akan ada teh, keripik belut, kecap, mungkin emping, atau kejutan-kejutan lain dari ibunda, sebagai tanda kasih untuk anaknya..makanan khas yang tidak ada di perantauan sana katanya… dan yang pasti, ransel coklat, yang 2 tahun ini menemani perjalananku di jawa, menyaksikan hari-hari panjang training yang menyenangkan dan hebat…….

Ups… masih adakah kejutan barang lain ?

Bagasi domestik : 20 kg, pesawat yang lebih kecil : 15 kg, artinya, siap-siap extra charge ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s