Elegi lebaran (part 2)

Mengikuti liputan mudik lebaran membuat saya makin yakin bahwa jawa menjadi pusat segalanya. Mayoritas info itu di seputaran jawa tengah, jawa barat, jawa timur, diselipi jakarta sebagai sumbu arus mudik. Sedikit disinggung arus di merak untuk arus mudik sumatra, namun bagaimana kondisi lalu lintas mudik di sumatra, kalimantan, sulawesi, atau perputaran orang di maluku, papua, bali dan nusa tenggara sangat minimal dibahas, atau hampir bisa dikatakan tidak ada. Berapa sih, orang yang bekerja dan atau hidup di jawa ? mengapa sampai sebegitunya tv menyuguhkan informasi mudik di jawa saja? Bete juga saya mengikuti info lebaran ini.

Atau coba perhatikan waktu imsak yang dicantumkan di tv. Paling pol yang ada adalah Makassar sebagai wakil indonesia sisi timur. Padahal, Makassar hanya satu tempat, masih banyak kota-kota lain yang juga butuh informasi, yang lokasisinya berjarak sekian derajat dari makassar. Lain halnya dengan kota besar di jawa yang dicantumkan semua.

Belum lama ini saya belanja ke pasar Beteleme, ada penjual sayuran dari Jawa, salah satunya seorang ibu (saya lupa namanya), dari Solo, katanya “Sudah 30 tahun tinggal di sulawesi. Lebih mudah mencari uang di sulawesi daripada di Jawa.” Pernah beliau bersama suaminya pulang ke Jawa, sampai 4 bulan, suaminya tidak betah dan memilih kembali ke Sulawesi.

Lain waktu, kami ke pasar sore di Emea, mencari udang segar dan buah-buahan (kalau ada), setelahnya kami melaju ke ke sebuah Nursery di Sampeantaba. Takdinyana, penjualnya dari Jawa timur, tampaknya dia menguasai/menjadii satu-satunya penjual bunga di sini. Bunga pun dikirim dari Jawa ke Palu, lalu beliau ke Palu menjemput bunga-bunga itu untuk dibawa ke tempat ini (jalan darat 12-14 jam), sungguh perjalanan panjang yang lelah…

Atau Mas bambang, penjual sayur yang menerjang jalan berlumpur dan lengket ke sekitar rumah. Dia datang diluar hari pasar dengan sayur-mayur, tahu dan tempe, menyelamatkan ibu-ibu yang tak bisa keluar berbelanja. Di saat puasa ini, dia membawa mobil pick up dengan bawaan yang lebih banyak, ada cendol, pisang, ubi, kelapa muda dan kelapa tua, bawang merah, bawang putih, serta sayur-mayur..

Saat lebaran ini, saya dan suami berkunjung ke tempat tetangga yang berlebaran di seputaran sini. Di sebuah rumah, Pak Maryono namanya, dari Lamongan, dulu hidup di Gorontalo bersama ibunya, lalu bekerja di seputar Pasangkayu, Sulawesi Barat. Kini ia dan keluarga memilih untuk mutasi ke Morowali Sulawesi Tengah, karena ada famili di Unit 3, sekitar Sampeantaba. Di sini ada bapaknya, yang sudah 30 tahun tak jumpa. Dan terkejut aku, saat Pak Maryono berbicara dengan bahasa jawa halus mlipis, sementara transmigran yang kujumpai selama ini selalu bicara jawa ngoko. Beliau masih bisa bicara jawa kromo karena lahir dan dilatih di jawa sebelum melalui masa hidupnya di Sulawesi. Dalam catatanku, hanya ada 2 orang jawa yang bisa berbicara jawa kromo (yang pernah kujumpai), satu lagi adalah Wasis, di Mamuju Utara sana.

Para transmigran ini, yang bekerja lama di sulawesi, orang jawa juga, namun mereka tidak mudik ke jawa, karena satu dan lain hal.. mungkin keluarga besarnya sudah trans di sulawesi juga, atau biaya dan waktu perjalanan yang tidak murah dan lama.

Mungkin bisa dilacak perjalanan hidup para pejuang trans yang beranak pinak sekian generasi.. Mas Bambang  hanya bicara bahwa jawa ngoko, putra Pak Maryono, logatnya bukan lagi jawa (apalagi bicara dengan bahasa jawa, nggak bisa dia), meski istrinya juga orang jawa. Mereka juga berlebaran dan mudik di rantau yang sudah menjadi kampung halaman.

Jadi bagaimana kondisi jalan di Bungku, Kolonodale, atau Poso sana?

Emm… jangan andalkan tv deh, tanya saja pada orang-orang yang sudah melewati jalur tersebut… tampaknya ada jaringan seluler kok (asal hp anda cukup bandel)…

2 thoughts on “Elegi lebaran (part 2)

  1. tinuk says:

    pancen sih dik, kl diluar jawa apa saja laku (pengalaman jualan di tengah hutan) kl kerja juga, asal rajin biar buruh jg pasti gajiannya (kl ikut perusahaan yg jelas ya….)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s