Konser yang indah

Malam tadi bertiga kami menikmati konser 50th Djaduk. Seniman musik Indonesia rasa jogja.. Konsernya di Taman Budaya Yogya, suatu ruang berkesenian nan publik nan hidup. Begitu masuk gerbang TBY, aroma yang lama tak terjamah itu demikian terasa.

Aroma jogja, aroma menonton acara seni malam-malam, aroma rakyat, yang khas dengan budayanya sendiri. Aroma rasa Jogja! Lain dengan aroma kampus utara yang sibuk dengan laptop, cafe, dan mobil. Atau aroma Sardjito yang gloomy. Apalagi aroma kebun nun jauh di sana yang tertinggal beberapa abad. Ini aroma seni yang Jogja banget, yang merakyat banget, yang dulu sering jadi tempat nongkrong. Aroma dimana kolektivitas kelompok bertemu dengan gilasan kebutuhan ekonomi yang menghasilkan respon kebuntuan, kreativitas, kultur kelompok, dan ruh cinta pada kesederhanaan. Namun yang pasti, ada kesungguhan, konsistensi, dan skill kala mood dan tenggat waktu berpadu.

Dalam konser musik Gending Djaduk ini, Djaduk yang tampil dengan baju merah dan kain tenun ini menampilkan sekian aransemen. Dibuka dengan Piknik ke Cibulan yang bersambung dengan Jawa Dwipa,Bethari,Pesisir,lalu Angop-mereka menggunakan alat apa gitu yang memunculkan suara orang menguap. Dilanjutkan dengan Swarnadwipa, Barong -yang bali banget,Molukken (kole-kole) rasa Maluku dengan suara emas vokalis Jasmine yang mengingatkan pada suara Glen fredly,dan ditutup dengan Ritma
Khatulistiwa. Di tengah-tengah, Djaduk mengundang mantan keyboardist Kua Etnika yang lagi ulang tahun untuk join tampil di atas pentas. Karya-karya 50tahun Djaduk ini so so Indonesia, rasa Indonesia banget,dengan alat-alat musik ajaib yang menghasilkan suara yang ajaib pula. So genuine and so wonderful.

DSC_0078

Djaduk bilang kalau dia tidak bisa menggambar. Dia bilang kalau caranya berekspresi menyampaikan gagasan adalah melalui musik, karena itu jalan yang dia kuasai. Biar dia diejek Yuswantoro adi karena tidak bisa menggambar, ya biarlah.. Tapi fokus, tekun, panjang akal. Karena ketekunan dan kegilaan itu akan berbuah. Menunggu berbuah tentu tidak sebentar.

Pohon cabe beberapa bulan sudah panen, pohon tomat apalagi, saking cepatnya kita tertinggal memindah ke tanah. Kalau pohon manggis, atau pohon cengkeh, euu lamo nian babuah. Tapi buahnya luar biasa bermanfaat besar, lebih mahal pula.. Nah, bagaimana perjuangan untuk konsisten, setia pada proses, berusaha agar one step ahead itu terus melaju.

Proses itu berjalan, nggak langsung dapat harta karun, tapi harta karun itu adalah perubahan dalam diri kita untuk menghargai diri sendiri, mengenal Tuhan, dan menyukai keikhlasan. Dan eksistensinya dihargai dengan apresiasi masyarakat, penonton, penikmat karya yang nonton konser. Yah kalau di jogja, tiketnya paling mahal seharga 200 ribu sementara di jakarta 500 ribu, atau melalui penjualan CD terbatas yang bertarung dengan YouTube. Namun yang lebih utama, potitioning mereka dalam berkesenian diakui khalayak.

DSC_0011

So, marilah kita review kembali, apa yang kita anggap penting dan prioritas dalam hidup kita. Pilihan karir apa yang kita jatuhkan dan bagaimana kita rajin mengutak-atik, merawat, melatih, memproduksi karya dengan telaten. Terlebih bagi pekerja independen yang ditantang diri sendiri untuk menaklukkan waktu, mood, dan kemalasan. Bukan oleh tatanan dan target yang diberikan perusahaan, tapi oleh diri sendiri yang punys itikad baik untuk berkembang.

Apresiasi untuk Djaduk dan Kua etnika, serta seniman-seniman yang nakal dan konsisten setia dalam proses. Terima kasih untuk mengingatkan pada proses itu. Proses yang kadang dilupakan untuk mencapai kepuasan sesaat, yang cepat, dianggap benar dan wajar oleh khalayak..Dan berhasil menjadi salah satu jawara yang hebat.

Sttt…Gaya orang-orang yang datang ke konser TBY ini masih sama dengan sepuluh tahun lalu. Rasa jogja banget. (Ya ada tambahan dikit lah dengan gadget mereka yang makin canggih).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s