Gordon Ramsay

Saya sedang suka sama Gordon Ramsay. Itu tuh, British chef yang jadi juri master chef US. Eksentrik, galak super pedes, kasar, cerdas tapi peduli.

Dulu gak sengaja nonton acaranya Hell kitchen, gak tahan liat pressure di dapur yang gila-gilaan plus omelan Gordon yang kasar (baru tahu isi dapur restoran tuh kayak gitu). Lalu gak sengaja menemukan acaranya di tv lagi, yang ini ngajari masak narapidana di Inggris sana. Terbayang bahayanya itu, narapidana pegang pisau. Kalau dipake buat kabur, gimana? Kalau bunuh-bunuhan gimana?

Ada lagi celoteh, ucapan kasar, makian, antar napi, dengan sang chef, sipir penjara, sampai ka lapas. Memang bener-bener parental guidance untuk acara beginian itu penting. Nah, yang membuatku tetap menonton acara itu (lupa nama acaranya) adalah step demi step Gordon mengajari kerja sama sesama napi dalam memasak, kerja sama dengan manajemen penjara, dan juga menghadirkan orang-orang yang punya peran dalam dunia kuliner. In the end, Gordon bikin party di salah satu ruang penjara dan tamu-tamu disuguhi hidangan para napi. Keren !

Ada juga seri Gordon buka catering dari penjara, dengan waktu sempit untuk persiapan memasak. Dan makanan yang dibuat musti habis laku terjual karena makanan itu short time. Awesome!

download

Nah yang terakhir acaranya Gordon di tv yang sempat kutonton adalah Hotel Hell. Gordon dateng membenahi manajemen hotel yang hampir bangkrut karena mismanagement. Problem utamanya adalah lack of leadership, pemimpin yang seenaknya, karyawan gak digaji sehingga tidak ada passion kerja, efeknya adalah buruknya pelayanan pada konsumen, mulai dari resepsionis, kamar, sampai restoran. Sementara itu, resources ada di depan mata, mulai dari fresh water fish, kota pelajar, nice view, historical hotel, etc.

Di salah satu episode, Gordon memperbaiki relasi dalam keluarga, antara kakak-adik-ibu-bapak yang nggak klop hingga akhirnya keluarga itu bersatu lagi dan running hotel dengan lebih tertata, sebagai satu kesatuan tim.

Waw…andai Gordon ada di Indonesia, bisa stres dia, dengan banyaknya mismanagement. Wah kata-kata kasar akan bermuntahan dari mulutnya.

So , apa pelajarannya?
Pertama, niat kuat dan mental baja..pasti.. Lu beneran mau ngajarin narapidana buka catering dari penjara? Lu beneran mau cari jodoh? Lu beneran mau ikut master chef? Lu beneran mau hamil? Niat kudu kuat, banyak tekanan, orang bilang ini itu, mencibir pedas, situasi n kondisi yang tidak diinginkan, keluar dari comfort zone, yang pasti…uji ketahanan mental n fisik…

Siap mendengar kata-kata pedas Gordon Ramsay? Bagaimana menghadapi dan menimpali kata-kata orang sok tahu? Eh, tapi dia berhak untuk marah sama kita atau tidak? Nah…itu juga…Hm…nangis-nangis doang trus tinggal pergi..haha..boleh sih tersudut, terpuruk sebentar, tapi bangkit lagi ya.

Mari buat pembuktian terbalik, bahwa makian Gordon itu salah, mari buktikan kalau kita punya cara survive yang baik pula. Kali aja Gordon atau orang yang nggak suka sama kita itu nggak tahu ada kebenaran versi lain, counter hegemony..hihi….bahasa seksi kuliahan. Wake up and stand up, baby!

Kedua, punya banyak rencana, plan A-C jika rencana tidak sesuai harapan. Kita set expectation bla bla and prepare anything tapi ternyata kondisi dan situasi meleset…nah lo…mau bilang apa? Ready for worse case scenario ya. Pinginnya sih tujuan tercapai, tapi mungkin ada faktor x yang menghalangi ya. Siap, tetap kuat bangkit. Singsingkan lengan baru, ayo gumregah nyambut gawe..

Ketiga, ilmu. Bertindak, nggak asal bertindak, tapi ada ilmunya. Kreatif itu bagus, tapi kudu punya fondasi ilmu supaya hasilnya baik. Banyak cara mencari ilmu, dari yang mandiri sampai belajar ke ahlinya. Pertanyaannya, mau untuk belajar atau sudah merasa cukup. ‘Ah, segini juga cukup, gini aja cukup, nggak perlu neko-neko.’ hasrat dan passion untuk terus belajar di manapun, kapanpun, dan pada siapapun musti ada dalam benak kita. Ini nih yang sering jadi kendala untuk menyeru kemajuan (duilee). Apalagi berhadapan dengan masyarakat yang merasa cukup nyaman dengan kondisi saatu ini.

Wah, dijamin disuruh ngepak pisau dan naruh apron sama Mr.Ramsay tuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s