Napak Tilas Nabi Ibrahim

Tahukah kamu, Nabi Ibrahim?
Well, you gotta know this.
Nabi Ibrahim adalah nabi yang cool sedunia akherat. Bayangpun, semasa hidupnya ada banyak cobaan dan tantangan dari umatnya yang ngeyel ndableg, ujian dari Allah yang misterius dan tak masuk akal, hingga mukjizat Allah yang luar biasa.

Ibrahim bin Azar bin Tahur bin Saruj.bon Rau’ bin Falij bin Aabir bin Shalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh lahir di A’ram, Babilonia (daerah Irak). Beliau sering mempertanyakan sesuatu, misalnya tentang Tuhan dan berhala. Perdebatannya dengan Raja Namrud, dimulai saat Ibrahim menghancurkan berhala-berhala Babilonia, dan menyisakam satu berhala besar sebagai kambing hitam pelaku pengrusakan. Walhasil, Ibrahim dibakar hidup-hidup namun atas izin Allah, api menjadi dingin dan Ibrahim selamat.

Namrud tidak serta merta mengakui Tuhan ibrahim. Sebagai raja, egonya terlalu besar dan merasa dirinya adalah penguasa dunia sekaligus Tuhan. Maka Ibrahim pun meninggalkan Babilonia dan melakukan perjalanan. Sampailah Ibrahim di Haran, tempat antara sungai dajlah dan furat, daerah Palestina. Penduduknya adalah penyembah bintang. Di sini Ibrahim bertanya tentang bintang yang timbul tenggelam kala malam, bulan yang berubah-ubah, dan matahari yang menggantikan bintang kala pagi menjelang. Tuhanku lebih dari itu. Sayang, penduduk Haran tidak mengakui Tuhan Ibrahim.

Paceklik, kemarau tiba. Ibrahim dan Sarah, istrinya bermigrasi ke Mesir, yang subur oleh sungai Nil. Di Mesir, Firaun jatuh hati pada Sarah, namun atas perkenan Allah, Firaun mengembalikan Sarah pada Ibrahim plus memberi hadiah dayang bernama Hajar.

Ibrahim bersama Luth, kemenakannya bertani, beternak, dan berniaga. Keberhasilan usaha mereka membuat rakyat mesir iri, hingga akhirnya Luth pindah ke Sadum di Yordania, sementara Ibrahim kembali ke Palestina. Dalam periode ini, Sarah memberi izin pada Ibrahim untuk menikahi Hajar.

Hajar mengandung, dan melahirkan Ismail. Ujian Allah selanjutnya adalah membawa Hajar dan Ismail yang masih bayi ke daerah padang pasir bernama Mekah. Ibrahim membuatkan tenda, dan kemudian meninggalkan istri dan bayinya di sana tanpa siapa-siapa yang menemani.

Hajar dengan naluri keibuannya, melindungi Ismail, mencari air di padang pasir dengan berlari-lari kecil antara bukit Sofa dan Marwah. Tujuh kali Hajar melakukannya hingga terpeciklah air di kaki Ismail. Zam zam, berkumpullah air-air, hingga menjadi mata air, sumber kehidupan.

Dalam pada itu, Ibrahim kedatangan malaikat yang mengabarkan kehamilan Sarah yang kelak melahirkan Ishak. ‘Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Rabbi habbli minas sholihin.’ Kun fayakun, jika Allah berkehendak, jadilah, maka jadilah ia. Dari Ishak, lahirlah nabi-nabi Allah, Yakub, Yusuf, Ayub, Syuaib, Musa, Harun, Zulkifli, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, Yunus, Zakaria, Yahya, dan Isa. Subhanallah, penantian berbuah kenikmatan yang luar biasa.

Ibrahim pula yang mendapat perintah untuk khitan, di usia 90 tahun, dan mengkhitan Ismail. Perintah Allah yang dilaksanakan anak keturunan Ismail – Muhammad, hingga umat Islam kini.
Ibrahim, bapak para nabi, kembali mendapat ujian Allah, kali ini dengan perintah kurban. Ibrahim yang tinggal di Palestina (ada juga yang menyebutkan Siria) pergi ke Mekah menemui Ismail . Bisa dibayangkan bagaimana peningnya Nabi Ibrahim atas perintah Allah kali ini. Ismail, anak yang tinggal jauh sejak bayi, musti dikorbankan. Namun Ismail menyetujuinya, legalah ayah-anak ini dan bersiaplah mereka.

Iblis datang, menggoda Ibrahim, juga Ismail. Ibrahim mengambil kerikil dan melempari iblis ke jumrah aqobah, jumrah wustha, dan jumrah ula, masing-masing 7 kali. Dan ternyata Allah mengganti ismail dengan domba sebagai hewan kurban. Subhanallah.. Satu lagi ujian, lulus.

Menurut salah satu sumber, Nabi Adam yang diturunkan dari surga, menginjakkan kaki di India. Beliau diperintahkan Allah pergi ke Mekah dan beribadah di ka’bah. Ka’bah inilah yang dibangun ulang Ibrahim dan Ismail sebagai rumah Allah, muara ibadah jamaah haji. Adapun padang arafah, tempat wukuf, berdiam diri jamaah haji nan putih putih sederhana, merupakan tempat pertemuan Nabi Adam dan hawa setelah diturunkan dari surga. Sementara Mina adalah tempat Nabi Adam memohon ampun atas dosa-dosanya di surga.

Kali ini, Ibrahim dan Ismail mendapat perintah untuk membangun kembali sang ka’bah. Berdua mereka bekerja sama. Ibrahim pun membutuhkan batu pijakan agar bangunan ka’bah cukup tinggi. Batu inilah yang disebut maqam ibrahim, pijakan kaki ibrahim yang berbekas pada batu.

Jadi, ibadah haji merupakan satu napak tilas cucu-cucu Ibrahim, menyambangi tempat-tempat bersejarah yang berperan dalam pertumbuhan agama Allah hingga saat ini. A land of far far away, terbayang masa lalu saat nabi mulia bersusah payah berusaha menjalankan perintah Allah, dalam kondisi yang sedemikian. Padang pasir, panas, dan keras.

images

Mengapa Nabi-nabi itu ditugaskan berdakwah di jazirah arabia, di mekah, di mesir, di palestina, di siria, di irak? Negeri yang kini terus bergolak, peninggalan-peninggalan yang hancur oleh perang, perebutan kekuasaan, atau bahkan negara islam dengan alat kekerasan?

Mengapa kini penduduknya tidak merasa aman atas negerinya, padahal nabi-nabi nan mulia telah meletakkan fondasi ketuhanan di sana? Mengapa dan mengapa? (Masih belum menemukan jawabnya..) Mari doakan semoga Liga Arab bisa kompak bersatu menghalau kekuatan-kekuatan yang ingin memecah belah umat islam. Yang rezekinya lega, kirim donasi untuk saudara-saudara di Palestina.

So, apakah kita, yang dengan kondisi modern saat ini, super galau saat musibah datang menjelang? Menyerah saat kenyataan tak sesuai harapan? Tengoklah pada Nabi Ibrahim, Nabi Allah yang mulia yang kritis, sabar, dan ikhlas. Lulus semua ujian Allah. Semoga kita dapat menteladani beliau, dengan konteks masa kini. InsyaAllah..Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar… Rindui kami pada panggilanMu ya Allah..Labbaik allahumma labbaik…

haji (1)

Mohon maaf jika ada kesalahan kisah atau tempat, referensi dari buku-buku tentang kisah Nabi dan Rasul.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s