Arkeolog Pembuka Rahasia (part 4)

Arkeolog Pembuka Rahasia
Biasanya rupa arca terkait rupa sekitarnya. Arca Budha di Borobudur berbeda dengan arca Budha di Thailand, Kamboja atau Korea. Nah, apakah rupa pahatan di Napu ini menjadi tanda rupa leluhur pada masanya, atau ini personifikasi leluhur pada roh animisme dinamisme ?

Mari kita sedikit belajar arkeologi dan etnografi. ☺

Indonesia punya peninggalan megalitik yang tersebar di nusantara, di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan dan tentu saja Sulawesi. Megalitik artinya batu besar. Hasil dari budaya megalitik adalah batu-batu besar, misalnya menhir, arca batu, sarkofagus, dolmen. Jadi bukan manusianya yang besar, tapi peninggalannya yang besar. Oke ? 👌

Kebudayaan megalitik ini bukan terjadi pada satu masa. Menurut Von Heine Geldern, kebudayaan megalith Indonesia terbagi dalam dua masa, yakni Megalitikum tua/ Neolithikum dan Megalitikum Muda. Masa Megalitikum tua berlangsung sekitar 2500-1500 SM oleh bangsa Proto Melayu/Melayu Tua. Hasil budaya neolitikum adalah kapak persegi (di arah barat) dan kapak lonjong di arah timur.

Megalitikum Muda berlangsung pada 1000-100 SM oleh bangsa Deutro Melayu/Melayu Muda. Mereka membawa kebudayaan Dongson atau zaman perunggu. Nah, para pelaku sejarah nusantara ini berasal dari ras Melanosoid dan Malayan Mongoloid. Cmiiw

IMG_20170128_170832

Size does matter. Contoh malayan mongoloid masa kini.

Beberapa referensi menyebutkan umur megalith Lembah Napu ini di angka 2000, 3000 atau 4000 tahun. Angka ini tentunya perlu kita lacak dengan temuan lain. Penelitian terkini menemukan tulang belulang manusia di sekitar/di dalam kalamba, teridentifikasi sebagai ras mongoloid, usia 1500-3000 tahun (rentang waktunya masih belum jelas ya).

Jadi, siapakah leluhur kita ?
Yuk kita hubungkan temuan bersejarah ini dengan teori ☺.
Von Heine Geldern menyebutkan teori bahwa leluhur nusantara berasal dari Yunan, Cina Selatan atau Austronesia. Rumpun bangsa Austronesia ini bermigrasi dalam 2 gelombang. Diperkirakan penyebabnya adalah wabah atau perang suku. Mereka berkelana di laut menggunakan perahu bercadik. Masih ingat : kalamba artinya perahu arwah !

Penelitian menunjukkan bahwa megalitik Napu pun dipengaruhi 2 gelombang migrasi Austronesia. Gelombang pertama atau pada masa Proto Melayu tersebut melalui jalur timur, dari Filipina, Sulawesi, ke Pasifik hingga Madagaskar. Mereka membawa kebudayaan kapak lonjong.

Gelombang migrasi pertama ini kemudian disusul migrasi kedua Austronesia (Deutero Melayu) pada masa megalitik muda yang ditandai dengan adanya pahatan (hasil budaya Dongson). Albertus Christiaan Kruyt dan Nicolaus Adriani, misionaris dan etnograf yang tiba di Poso pada 1895 mencatat sebelum masuknya Belanda ke Poso (1908),  masyarakat Poso melakukan penguburan mayat menggunakan batu. Artinya budaya megalitik itu masih berlangsung seabad lalu. Apakah ini indikasi usia megalitik Napu tidak seumur megalitik tua?😕

Simpul Austronesia
Penerus budaya Proto Melayu/Melayu Tua  adalah Dayak dan Toraja, sementara penerus budaya Deutero Melayu/Melayu  Muda adalah Jawa, Melayu, dan Bugis. Toraja dan Bugis sama-sama di Sulawesi kan.. Nah fyi, di Sulawesi ini  ada banyak sekali suku dan kerajaan namun tidak disatukan oleh satu identitas = Sulawesi. Mereka memiliki identitas suku sendiri-sendiri, yakni Toraja, Bugis, Mandar, Manado, Makassar, Kaili, Mori, Napu, Luwu, Palopo dll.

Tampaknya Sulawesi Tengah merupakan pusat kebudayaan Austronesia nusantara di masa itu mengingat ada 400 an (ada yg menyebut 300an) artefak. Mungkin para leluhur itu melabuhkan kapalnya lewat pesisir lalu bergerak ke Napu dan membuat mahakarya megalitik sebagai sarana penyembahan dan komunikasi pada roh animisme dinamisme. Peninggalan megalitik lainnya juga ditemukan di daerah Kulawi, Sigi.

2017-03-22 16.55.05

Arca yang tersebar di Lembah Napu, Lore, Poso, Sulteng

 
Tidak menafikan daerah lain, namun Napu (Poso), Toraja, Nias, Dayak, dan Sumba, memiliki peninggalan megalitik. Nias masih menjalankan upacara lompat batu. Toraja, sang penerus Proto Melayu di sulawesi memberi bukti hadirnya megalitik melalui menhir, sarkopagus, dolmen, hingga penguburan gua dan batu.

Mereka yang bergerak ke selatan meninggalkan jejak Gua Leang-Leang. Adapun para penjelajah yang bergerak ke barat meninggalkan lukisan tangan di bukit-gua karst Sangkulirang Mangkalihat Kalimantan Timur. Apakah ini terkait? Bisa jadi.

So teman-teman, mari kita lihat bentang alam lembah Napu ini (lihat postingan sebelumnya) : subur, dataran tinggi, bukit, hulu sungai, tak jauh dari laut. Ini ciri tempat hidup yang sempurna pilihan nenek moyang kita, bangsa Austronesia ras mongoloid. Inilah tempat persinggahan sebelum mereka menjelajah hingga Pasifik.  😃.

2017-03-22 18.04.39

Peninggalan megalitik toraja, penerus megalitik tua

(Bersambung)

* Foto patung diambil dari beberapa situs di internet
* foto kalamba dan megalitik Toraja adalah dokumen pribadi

KBBI – Kamus Besar Bahasa Indonesia

ar·ke·o·lo·gi : ilmu tt kehidupan dan kebudayaan zaman kuno berdasarkan benda peninggalannya, spt patung dan perkakas rumah tangga; ilmu purbakala

ar·ke·o·log : n ahli arkeologi

et·no·gra·fi : deskripsi tt kebudayaan suku-suku bangsa yg hidup; 2 ilmu tt pelukisan kebudayaan suku-suku bangsa yg hidup tersebar di muka bumi

et·no·graf /étnograf/ n ahli etnografi

Ma·se·hi : perhitungan waktu yg dimulai sejak lahirnya Yesus Kristus
SM : sebelum masehi. 1000 SM : 1000 tahun sebelum masehi/lahirnya Yesus

mig·ra·si : 1 perpindahan penduduk dr satu tempat (negara dsb) ke tempat (negara dsb) lain untuk menetap; 2 perpin-dahan dr satu tempat ke tempat lain bagi burung dsb krn pergantian musim

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s