Pakis

Ingat jaman purba ? haha.. lewat film atau buku-buku tentunya. Ada tanaman yang ujung daunnya meliuk melingkar. Di sini juga ada. Banyak malah. Pakis, tanaman yang bisa jadi sayur di atas wajan. Ya, ada banyak pakis yang tumbuh di sela-sela pohon sawit. Jangan terkecoh dengan pakis ukuran besar ya, karena jenis itu tidak untuk dikonsumsi. Saya pernah mencari pakis di sela-sela pohon sawit. Ternyata ibu-ibu lain pun biasa demikian. Petik ujungnya yang masih muda sebanyak yang diinginkan. Kalau dimasak, pakis akan mengempis meski saat dipanen tampak banyak sekali.

Ibu-ibu di sini biasa memasak pakis dengan ditumis saja, disertai bunga pepaya. Jangan lupa bunga pepayanya direbus dulu dengan garam untuk mengurangi pahitnya. Kadang pakis juga dimasak kapurung (direbus), tapi kalau tidak masak benar, akan menghasilkan after taste yang buruk di lidah. Rasanya ada getah-getah yang tertinggal.

Menurut teman, makan pakis baik untuk pencernaan. Kalau kau susah BAB, silakan makan pakis. Tapi kata teman lainnya, jangan makan pakis kalau badan sedang linu-linu, nanti akan menambah linu. Belum tahu kajian lebih dalam tentang ini sih. Yang pasti, pengalaman memetik daun pakis di sela-sela pohon sawit nan besar jadi pengalaman yang menyenangkan karena tidak bisa dilakukan di kota. Mm… lalu dari mana pakis yang dijual di Jogja itu ya ?

 

Tumis pakis

Bahan :

–          Pakis, potong daunnya

–          Bunga pepaya, rebus dengan garam, sisihkan

Bumbu :

–          Bawang merah

–          Bawang putih

–          Cabe merah

–          Cabe rawit (sesuai selera)

–          Daun salam

–          Lengkuas

–          Ebi/rese

–          Garam

–          Gula merah

Cara memasak :

–          Iris tipis bawang merah, bawang putih, cabe

–          Tumis bumbu hingga harum, masukkan bumbu lain, bunga pepaya rebus, dan pakis. Tambahkan air sedikit, aduk rata, masak hingga matang. Sajikan hangat.

tunas pakis yang aman dikonsumsi

Advertisements

kitchen next door

It’s about special recipe from the kitchen next door, from Celebes, Java, and Indonesia Raya. Culture represented on food. I found this when i watch Disc Travel and Living with Alain Boudoin. It’s not just food, but how to find the cooking material, how to cook, what kind of ingredient  is it and the way to eat, it is culture. Food is culture. Like French said ‘Dis-moi, qu’est-ce que tu mange, je te dirai qu’est-ce que tu es’ (c’est comme ca? I’m not sure with my French, sory) Tell me what you eat and I’ll tell you who you are. So, to celebrate the rich culture, here it is ‘Kitchen next door’.. Surely, I’m not good enough on cooking, so the recipes in this blog were my neighbour’s. They could modified it based on their interest and taste. And surely, they never talk about how many grams or kilos, they just make it with feeling. 

Coto Makassar

Resep coto makassar dari tetangga yang sekarang sudah pindah. Ini resep turun-temurun, katanya. Silakan dicoba…

Bahan :

Daging sapi (karena tidak suka jerohan, maka kami menggantinya dengan daging sapi). Resep asli menggunakan jerohan sapi (babat, paru, hati)

Bumbu :

–          Bawang  merah

–          Bawang putih

–          Merica

–          Ketumbar

–          Pala

–          Jintan

–          Kayu manis

–          Jahe

–          Lengkuas

–          Daun salam

–          Sereh

–          Kacang tanah (goreng, tumbuk halus) perbandingan 1kg daging = 1 liter kacang

–          garam

Pelengkap :

–          Ketupat/lontong

–          Irisan daun bawang dan seledri

–          Bawang merah goreng

–          Jeruk nipis

–          Sambal

Cara memasak :

–          Rebus daging sapi dengan air cucian beras yang ketiga, buang busa yang mengumpul di atasnya, rebus hingga lunak.

–          Haluskan semua bumbu kecuali daun salam.

–          Tumis bumbu halus dengan minyak goreng hingga harum. Masukkan bumbu ke dalam panci rebusan daging. Masukkan kacang tumbuk. Masak hingga bumbu meresap.

–          Ambil daging, potong-potong.

–          Sajikan dalam mangkok : ketupat/lontong, coto dan dagingnya, taburi daun bawang, seledri, dan bawang goreng. Santap selagi panas-panas, tambahkan jeruk nipis dan sambal sesuai selera.

(Resep telah diuji di dapur Bu Ika)

Tetu

Tetu

daun pandan yang lebar,memberi aroma wangi pada tetu

Bahan bungkus/perahu : daun pandan besar, cuci, jemur, lap, bersihkan tepiannya dari gerigi , potong-potong ukuran 10 cm, balik daun, lipat menjadi bentuk kotak, sematkan lidi/staples di ujungnya.

Bahan isi : tepung terigu, santan kental, gula merah, garam

Cara memasak :

–          Campur tepung terigu dan ¾ bagian santan kental, masukkan garam.

–          Potong tipis gula merah.

–          Siapkan dandang panas.

–          Masukkan 1-2 sendok makan gula merah dalam perahu daun pandan, tuangkan adonan terigu hingga ¾ bagian perahu. Kukus 5 menit, tuangkan santan kental dari ¼ bagian ke atas adonan kue perahu. Kukus kembali hingga matang.

–          Nikmati dalam keadaan panas-panas.

(resep telah diuji di dapur Bu Silmi)

Kapurung

Kapurung merupakan salah satu resep spesial dari Sulawesi. Kami biasa memasaknya bersama-sama dan langsung menyantap beramai-ramai sambil bercanda. Ada kalanya kepedasan atau serius menyantap  karena panas, segar, dan pedasnya makanan ini. Sup sayuran dengan dipadu sagu yang digulung.

kapurung

Bahan-bahan :

–          Sagu

–          Ikan (tongkol/cakalang)

–          Kacang tanah, goreng, tumbuk kasar

–          Jantung pisang, cuci, potong tipis

–          Jagung manis, pipil

–          Daun pakis, potong-potong

–          Kacang panjang, potong-potong

–          Kangkung, potong-potong

–          Daun lembayung

–          Labu kuning, potong kecil-kecil

–          Terung, potong memanjang, goreng sebentar

Bumbu :

–          Asam mangga

–          Garam

–          Kaldu bubuk

Pelengkap :

–          Sambal  (cabe rawit, terasi, tomat, garam)

–          Jeruk nipis

Cara memasak :

–          Sagu, encerkan dengan air dingin, siram sedikit demi sedikit dengan air mendidih, gulung dengan bantuan kayu. Bisa juga panaskan di atas api kecil dan gulung cepat dengan bantuan sendok kayu.

–          Ikan dibersihkan, rebus dengan asam mangga, angkat, suwir-suwir dan tumbuk halus.

–          Rebus air rebusan ikan, masukkan jantung pisang dan semua sayuran, tambahkan garam dan kaldu bubuk, serta kacang tumbuk. Tambahkan air jika kurang.

–          Angkat panci, masukkan sagu yang telah digulung kecil-kecil dalam panci berisi sayuran.

–          Hidangkan panas-panas dengan sambal terasi dan jeruk nipis.

(resep telah diuji di dapur Bu Irwan)