Menurut Kelas 6…..

Kalau di catatan sebelumnya berisi survey kelas 5, kini kita akan bahas survey pelajaran di kelas 6 SD Inpres Sarudu 1, Mamuju Utara, Sulawesi Barat. Masih sama pertanyaannya yakni mana yang paling sulit dan paling mudah. Mari kita bahas satu per satu.

Kelas 6 a dan 6 b

DIFFICULT
# Numbers
Kelas 6 ini kurang seideal kelas 5 dan 4  dalam belajar angka karena alasan klasik : mengejar target materi pelajaran dengan waktu terbatas. Maka untuk ratusan dan ribuan, kesempatan pendalaman materinya memang kurang. Noted

# World Cafe
Ini materi tematik yang menggabungkan banyak hal : menawarkan sesuatu dan memberi jawban, meminta dan memberikan barang, menyebutkan alat dan bahan memasak, membaca angka ratusan dan ribuan, mengungkapkan suka dan tidak suka.
Idealnya materi ini dipecah dalam 3 kali pertemuan namun karena menghitung hari, kami agak berlari-lari dalam 2 pertemuan.
Di tema ini, kelas bermain peran / role play berada di world cafe. Nah beragam aktivitas di sana dilakukan secara berkelompok. Masing-masing anak mendapat peran tersendiri yang dibutuhkan dalam kelompok atau dalam kelas besar. Ada yang jadi waiter, customer, cashier, dan chef.
# Tidak ada
Superb. Ada 6 anak dari 46 yang mengaku tidak ada yang sulit dalam pelajaran bahasa inggris. Alhamdulillah 😃

# Nonton film
Nonton film, metodenya sama dengan kelas 5. Kita menonton film berbahasa inggris dengan subtitle bahasa inggris/indonesia. Ada panduan pertanyaan yang harus dijawab dengan memahami isi film tsb.

# Kata tanya
5w. Dipelajari dengan mencatat dan membuat contoh. Klasikal. Evaluasi dengan menjawab pertanyaan dengan kata tanya 5W1H. Butuh latihan lebih.

# Membuat cerita
Materinya tentang menceritakan hari terindah dalam hidupku. Siswa membuat cerita berbahasa indonesia. Untuk kata-kata tertentu diganti dengan bahasa inggris. Tugas essay begini sangat menantang dan hal baru.

EASY
# Like/likes
# Pronoun
# Want/wants
# Can
Materi ini sering diulang dalam bentuk latihan. Syukurlah kalau soal-soal yang bertubi-tubi itu membuat siswa paham penggunaannya. 😊

# World cafe
Ada yang bilang sulit, ada juga yang mudah. Alhamdulillah..materi ini nyantol di kepala anak-anak dengan cara masing-masing baik sulit maupun mudah.

# Have/has
Have/has diulang pula dalam latihan soal.

# Numbers
Sda

# Semua
Mudah semua ? Empat anak mengaku kalau semua materi dalam pelajaran bahasa inggris itu mudah.

# Do not/does not
Do not/does not diulang pula dalam latihan soal.

ENGLISH IDEAL

Lalu bagaimanakah pelajaran bahasa inggris yang ideal versi anak-anak kelas 6?  Mari kita lihat.
# Latihan soal
Kelas 6 ini ternyata suka sekali dengan latihan soal. Mungkin karena pengulangan-pengulangan di lembar fotokopian itu memudahkan mereka memahami dan mengingat materi. Tanpa perlu menyalin soal, tinggal menjawab saja, beres kan. Di lembar soalnya pun ada gambar-gambar sisipan agar anak tidak stress melihat soal.

# Praktek
Banyak praktek dalam pelajaran kelas 6 ternyata juga jadi favorit. Jumlahnya sama banyak, baik latihan soal maupun praktek. Artinya 2 metode ini harus digunakan dalam pembelajaran. Dari pertanyaan sebelumnya, praktek role play ini berada no 2 paling sulit. Biarpun demikian, ternyata anak-anak menyukai metode ini. Berarti guru perlu menguatkan lagi pesan tersurat yang ingin dicapai melalui metode ini.

Praktek atau role play ini misalnya : jadi waiter yang melayani customer, jadi chef yang menjelaskan alat dan bahan serta cara memasak dalam bahasa inggris, juga jadi cashier yang menghitung bill tagihan, termasuk menerima uang pembayaran.

2017-03-15 06.21.21

Waiter mencatat pesanan customer berpedoman pada daftar menu

2017-03-15 06.19.35

Chef menjelaskan bahan-bahan untuk special dish

2017-03-15 17.19.10

Bayar dulu di cashier

# Ingin pintar
Dunno maksudnya kok kurang nyambung. Tapi kurang lebih mungkin pada dasarnya anak-anak punya keinginan untuk pintar berbahasa inggris. Modal keinginan ini poin bagus untuk memupuk rasa ingin belajar.

# Banyak mencatat
Banyak catatan untuk bahan belajar ya..

# Guru tidak galak
Nah ini dia, guru tidak galak..😈.

 

Demikian survey untuk evaluasi pelajaran bahasa inggris kelas 6. Survey ini dilakukan terbuka. Semoga bisa jadi catatan bagi siapa saja di bidang pendidikan. Yang pasti, anak-anak itu haus informasi dan inovasi. Belajar kreatif diperlukan agar pembelajaran jadi bagian sehari-hari.

***

Advertisements

Survey : Paling Sulit vs Paling Mudah

Sebagai evaluasi pembelajaran, saya bikin survey terbuka untuk anak-anak kelas 5 dan 6. Tujuannya untuk mencari tahu pendapat siswa tentang pelajaran. Mau tau hasilnya ? Theng theng theng…

Ternyata oh ternyata, mereka berpendapat kalau materi yang paling sulit di pelajaran bahasa inggris adalah denah, membaca jam, posisi, anggota badan, dan surat.
Sementara itu, materi pelajaran yang paling mudah adalah angka, vegetable-fruit, conversation alias praktek percakapan, perkenalan, dan anggota badan. Knock knock.. Hm..let’s check it out!

DIFFICULT
# Denah..
Boleh dibilang ini materi yang komplet. Kita belajar mengenal lingkungan  dengan membuat denah dari rumah ke sekolah. Nggak main-main, denahnya digambar di kertas, lalu bangunan/tempat digambar sesuka mereka dan dicari istilah bahasa inggrisnya. Misalnya nih, bank, market, church, animal health care aka puskesmas hewan, street, alley, Indry’s home dan tentunya my home.

Anak-anak juga menuliskan arah jalannya dan arah mata angin. Denah pun dihias warna-warni. Nah di sini kelihatan sekali usaha dan kreativitas anak-anak. Mau tak mau mereka belajar memvisualiasikan ke dalam gambar dan mencari istilahnya di kamus..nah jadi beli kamus di pasar, kan 😉. Biasanya anak-anak akan bertanya pada guru dan tentu saja dibantu.
“Kalau Lorong rusa, apa bu?”
“Kalau bengkel?”
Dan rentetan pertanyaan lainnya. Pantas kalau ini jadi aktivitas tersulit.

# Membaca jam
Materi ini ada kaitannya dengan PM/AM dan half, quarter, past dan to… Memang materi ini agak rumit. Anak-anak belajar membaca jam berbahasa indonesia dulu, membaca angka inggris, plus pake ‘past/to.’ Komplet. Kami belajar di perpustakaan waktu itu karena ruang kelas dipakai. Lumayan ruang terbatas dan riuh. Plus terbalik antara PM dan AM nya yang jadi modal untuk bilang greeting : good morning atau good evening ya ? 😴tambah mumet anak-anakku..

# Posisi : beside, behind, on, in, in front of, etc. Posisi ini dipelajari dengan mempraktekkan langsung, misalnya : Siti duduk beside Rahmi. Nah kalau keluar di ujian, saya taruh gambar ruangan dan kasur, kursi, meja, dll. Anak-anak menentukan misalnya ‘the chair is -in front of- the table.’ Mungkin karena kurang hafal jadi tema posisi ini masuk top five tersulit.

# Surat. Sebetulnya tema surat adalah materi tematik. Artinya lewat surat ini, kita mengaplikasikan materi introduction yang sudah ada sebelumnya. Kok bisa?
Iya… jadi ceritanya, anak-anak dapat surat dari teman yang tinggal di West Java.. (kita kan tinggal di west sulawesi ya😊). Tentu ada panduan translate sama-sama dan  soal panduan tentang isi surat (5w1h). Pertemuan selanjutnya pun, kita mencoba membalas surat, tentu berbahasa inggris.  Kalau ini ada panduan dari ‘student identity form’ yang pernah dibuat anak-anak  sebelumnya. Komplet kan 😆. Tapi hasilnya bagus lho…saya suka..saya suka…

EASY
Sebaliknya, pelajaran yang paling mudah adalah angka, vegetable-fruit, conversation alias praktek percakapan, perkenalan, dan anggota badan.

#Angka
Membaca angka dimulai dengan tes masuk kelas. Anak-anak membaca angka dari flash card berbahasa inggris. Yang belum benar membaca angka, ostosmastis masuk kelas terakhir.😄 Dan ini diulang terus berkali-kali.

Varian untuk angka ada matematika english, yakni hitung menghitung soal cerita namun angkanya berbahasa inggris. Ini cocok untuk angka puluhan, ratusan, dan ribuan. Yang senang matematika, jadi tertantang membaca angka english. Lumayan lah..

#Vegetable-fruit
Mungkin ini mudah karena dekat dengan makanan sehari-hari dan anak-anak mengenal sedikit demi sedikit buah buahan berbahasa inggris.

#Percakapan alias conversation
Ini surprise buat saya karena conversation dianggap materi yang mudah.. Yihaa! Sukses…sukses… Sederhana kok.. kita belajar percakapan ringan, misalnya tentang ingin makan (antara ibu-anak), mau beli makanan (antara pembeli-penjual). Nah setelah diberi contoh, siswa berpasangan bikin percakapan sendiri dan praktek di depan kelas. Mereka kreatif lho, bukan hanya seperti contoh tapi bisa bikin varian baru. Semua dapat giliran dan teks itu saya periksa. So proud with you, guys ! Anak-anak itu pede bercakap bahasa inggris di depan kelas 😊.

#Perkenalan alias introduction
Ini juga suprise buat saya karena perkenalan berbahasa inggris dianggap materi yang mudah. Jadi, guru membagi student identity form yang berisi identitas anak, hobi, alamat, cita-cita, makanan kesukaan, dll. Seperti biasa, form itu dihias secantik-cantiknya. Lalu satu per satu siswa maju ke depan kelas dan memperkenalkan diri memakai bahasa inggris.

==Halo..
==My name is Maya.
## Hai Maya ! (Tanggapan teman-teman. Biasanya anak akan tersipu-sipu).
Dan dilanjutkan perkenalan tentang dirinya..
Ini materi yang sangat padat. Alhamdulillah kalau termasuk materi termudah..😆

#Anggota Badan
Materi anggota badan ini muncul di top 5 tersulit dan termudah. Nah bingung kan.. berarti ada yang menganggap ini sangat sulit dan sangat mudah. Baiklah. Mengenal anggota badan dilakukan dengan lagu dan gerak serta menggambar badan berkelompok dengan petunjuk berbahasa inggris.

Well then, itu tadi hasil survey pelajaran bahasa inggris untuk siswa kelas 5 dan 6 di SD tercinta di Mamuju Utara. Semoga bisa jadi bahan pembelajaran bersama tentang metode pembelajaran. Materi bisa sama, tapi yang penting mengkreasi metode yang tepat dan mengawalnya. Anak di daerah tidak kalah hebat dengan anak kota kok. Tinggal bagaimana pintarnya guru mengarahkan dan menyemangatinya untuk belajar. Tentu saja ada dukungan dari orang tua dan keluarga di rumah. Chaiyyo !

***

20170314_182617

Surat bikinan Aiv, kelas 5. Hebat, bukan 😃

Kue Cinta dan Parang Toraja

Saya dapat kue cinta. Tulisannya happy birthday Bu Hani dan lilin bertuliskan i love you. 🎂 Kuenya pandan diselimuti gula pink…cantik sekali. Pas 14 februari…dan itu bukan hari ulang tahun saya..haha…valentine kali….tapi tak apa…

Beberapa hari sebelumnya saya dapat brownies terĺezat yang baru sekali saya rasakan selama di mamuju utara. Lembut, ada lapisan coklat di atasnya. Enak banget.
Sama keduanya, dari anak-anak.

“Siapa yang suruh?”
“Kita-kita ji bu. Kumpul uang.”
“Kumpul berapa?”
“Ada 5 ribu, 2 ribu..seikhlasnya..”
“Siapa yang bikin kuenya?”
“Pesan bu. Dibuatkan Mamanya …” yang browniesnya pesan di tetangga dekat rumah anak-anak itu..katanya.
Oh…

Kayaknya 2 kelas 6 ini saling bersaing kirim kue deh. Karena 6a bersikeras brownies tidak boleh dibagi ke anak 6b yang sore itu ada di rumah. Maka sore esoknya kue ultah pink itu pun akan dibalas, tidak boleh dibagi ke 6a. Syukurlah nggak beneran. Semua ikut makan meski icip dikit-dikit.

Kami tiup lilin kue cinta itu sama-sama. Lalu dipotong kecil dimakan rame-rame. Sungguh kelezatan kue ini mengalahkan kue-kue dari ibukota propinsi.

20170214_142933

Kue cinta pink

Sambil menggoda, suami bilang. “Gimana, apa bu guru kos di SP 1?” Supaya tidak jadi pindah. Hahaha..bisa aja..

Untunglah ada rumpun tebu di halaman. Tebu morowal. Ada markisa dan jambu biji. Dengan sigapnya anak-anak memetik buah-buahan itu dan menikmati hasil bumi.

Ada satu anak spesial saya yang membuat tercengang. Di kelas, si anak agak kesulitan menerima pelajaran dan sering dibully teman-teman.  Eh..  kali ini dia menjadi bintang dengan memotong, menguliti, dan membelah tebu. Finishingnya bahkan dia cucikan itu tebu. Sementara teman lain membersihkan sisa sampah yang terserak dan membuang ke tempat sampah.

Si anak tampak sangat cekatan bekerja dengan parang. 👦 Jangan salah. Di sini parang bukan untuk melukai orang. Parang adalah alat kerja yang lazim dikuasai sebagai alat membuka kelapa, membelah duren, memotong ranting dan semak, ikan besar, dan yang sekarang membelah tebu.

“Ini parang toraja ini bu.”
“Lho kamu kok tahu?” tanya saya.
“Iya ini parang, tebal di atasnya. Kalau yang hari-hari dipakai itu tidak begini.”
“Oya…lainkah ? Parang dari mana itu?”
“Lainlah…. Parang malaysia, ” katanya entah ngawur atau tidak.
“Kalau besar kamu ingin jadi apa?” tanya saya lagi.
“Pemain bola bu.”
Amin..semoga kau jadi pemain bola hebat, nak.

2017-03-15 06.00.52

Makan tebu bersama

Sore itu, anak spesial ini, blasteran Jawa Ntt, membuat saya menemukan bintangnya. Ada anak yang menyendiri, makan tebu sendiri. Ada yang berusaha memotong tapi tidak berhasil. Sementara dia memilih menyediakan dan menyiapkan tebu untuk teman-teman sekelas. Sungguh bertanggungjawab. Keahlian dan ketrampilan ini tidak tampak di sekolah. Kamu hebat nak.

“Trus kamu ngasih apa untuk anak-anak?” Tanya suami.
“Foto.” Jawab saya sambil nyengir.
Suami memandangku seolah foto itu tidak ada apa-apanya dibanding kado dari anak-anak. Iya memang. Tapi waktu terbatas dan hanya itu yang bisa saya lakukan.

So sekali lagi printer bekerja keras sebelum masuk kontener. Kali ini ia mencetak foto untuk 139 anak plus foto besar untuk sekolah. Alhamdulillah. Terima kasih anak-anakku..Terima kasih SD Inp Sarudu 1, semua guru dan kepala sekolah. Kau menjadikan saya ada.  ***

Kejutan istimewa

Surprise !!!

Jadi ceritanya, bu guru mau pindah. Nah karena ada pengalaman tiba-tiba speechless  kalau pamitan, saya putuskan memberi pengumuman secara tiba-tiba, setelah ulangan selesai dikoreksi.

Kelas 4B.
“Anak-anak..ini adalah hari terakhir kita belajar bersama. Bu guru mau pindah.”

Dhueng dhueng..  wajah wajah tak berdaya efek ulangan itu langsung menatap saya, penuh pertanyaan.

“Iya..Bu guru tidak mengajar lagi.”
“Kenapa bu?” Akhirnya tersadar mereka.
Saya tersenyum. Nah sebelum air mata turun, saya membagi lencana kertas berbintang untuk masing-masing anak. Mereka bersorak membaca pesan yang ada di sana dan membandingkan dengan milik temannya.
Lalu kita foto bersama..Taraa…

Dan begitulah, isu itu cepat sekali menyebar. Dari kelas 4b ke 4a, 6 dan 5….Tiba-tiba saya dapat banyak surat cinta dari anak-anak! Kreatif banget. Bahkan anak spesial yang sering kesulitan menerima pelajaran, yang penuh energi kinetik bertingkah cari perhatian, tiba-tiba mengirimkan surat yang dibuat bersama sekelompok anak..oh so sweet..tanpa komando..

IMG_20170206_153501

Seperti biasa saya memilih ke perpustakaan untuk koreksi ulangan. Ke sanalah anak-anak itu mencari saya dan mengirimkan surat surat cinta. Seorang anak spesial yang fisiknya kuat bertanya, “Bu, kenapa tulisan untuk saya lain dari milik teman-teman?”
Oh, ternyata anak ini teliti juga.
Saya jawab, “Karena kamu istimewa.” Dan dia tersenyum..

Pagi selanjutnya di kelas 5b, kelas begitu sepi (tumben). Saat kita pemanasan senam ‘Head shoulders’, 4 anak laki-laki tiba-tiba berdiri di belakang kelas sambil memunggungi. Mereka menangis… What ? Why ? Did i say something rude? Oow. They didn’t answer my question… so i let them alone for awhile.

Baru tahulah saya kalau mereka diam-diam menggambar bu guru sedang mengajar di kelas, lengkap dengan warna pakaian yang sama, kaca mata,  dan flash card yang terpasang di papan tulis… oh…kids.

“Bu guru kenapa pindah? Apa alasannya?”
Saya ditodong lagi. Dan kelas kembali sendu. Anak spesial saya yang biasanya mudah terpancing emosi marah, kini ikut tersedu dan menolak untuk ikut foto bersama. Pun itu terjadi pada cowok-cowok melo yang bikin karya rahasia itu.

So, di kelas spesial ini pembagian lencana berubah format. Saya bahkan tak  memanggil satu per satu anak maju ke depan kelas. Saya sibukkan mereka menuliskan evaluasi pembelajaran 2 tahun ini. Lencana itu saya berikan dengan mendekati satu per satu siswa yang sudah menyelesaikan lembar evaluasinya.

DSC_000001

Lencana, dengan quote dari Film Kungfu Panda

Lain lagi di 5A. Mereka kompakan menyanyi lagu untuk bu guru. So sweet. Untunglah kamera saku itu tak ketinggalan menyertai seminggu ini.

6b dan 6a tak mau kalah meriah. Pelajaran seperti biasa bahkan beberapa materi dasar yang belum mereka tahu, kita bahas di kelas terakhir. Pak guru mengaku dicuekin saat saya ke kelas sebelah yang kosong untuk membagi hasil ulangan. Ini berakibat pada ide Pak guru membuat puisi ‘Terlanjur Sayang’ yang dibaca anak hebat di ruang guru setelah kita makan sup ubi rame-rame.

Kelas Spesial, Lebih Emosional
Kebetulan entah bagaimana di kelas-kelas  spesial itu tanggapan siswa jadi lebih emosional. Ini tidak saya prediksi sebelumnya. Saya kira kebiasaan mereka berulah, bertingkah, kadang badung, itu akan membuat datar-datar saja respon closing ini. Lho ternyata malah kebalikannya. Anak-anak ini jauh lebih mengungkapkan emosi kesedihannya ĺewat sikap, surat, bahkan kado istimewa yang tidak disangka, baik pribadi maupun kolektif.

Tiap sore hari, rumah tinggàl kami disambangi anak-anak bergantian. Hari ini 6a, besok 6b, besoknya mix, besoknya 5b, lalu ada lagi dan lagi. Kelas 6 sudah mulai naik motor meski tidak semua. Sementara kelas 5 naik sepeda, saling bonceng pula.

“Rumahnya di mana?”
“Lorong 7 bu. Lorong 9. Lorong 6.” Fyi, itu lorong itu artinya gang. Dan itu jauh lho. Ah tapi apalah jarak untuk anak-anak daerah yang super strong ini. Wajahnya kemerahan. Segera saja air minum dan kue tandas. Ada juga yang datang membawa biskuit untuk bu guru (akhirnya kita sikat ramai-ramai).  Hujan deras.. eh mereka tetap datang dan  berhujan-hujan ria.

***

Untuk miss Hani, guru dan sahabatku..dari uni..

Untuk miss Hani, guru dan sahabatku..dari uni..

Wie mussen frau hani… giggsy..

For miss hani… from latifa…

Untuk bu miss hani…

Mishani hopefully healthy always. Regards Siti Maryam

Dan ada banyak surat cinta dari anak-anak yang takuduga. Ada banyak coretan. Ada banyak tulisan, gambar, wayang-wayangan, kertas yang terserak, potongan kardus, spidol yang habis, spidol yang entah di mana tutupnya, buku tulis yang tertinggal, pensil dan bolpen yang teronggok, lantai yang tercoret spidol permanen, lem kanji yang meler, juga lainnya…

Terima kasih sahabat kecilku.

Doaku, semoga kalian terus semangat belajar. Dunia terbentang luas, bukan hanya di desa bulumario, bukan hanya di perumahan, bukan hanya di sulawesi. Dunia itu luas nak, belajarlah yang semangat, tunjukkan pada dunia kalau kamu tak takut dan tak kalah dengan anak-anak yang bergelimang kemudahan di kota.

Miss hani akan selalu mendoakan kalian….

 

Ruang bermain natsuaki

Ada rumah kertas berjudul ruang bermain natsuaki. Kubeli di pasar Sunmor (Sunday morning) pelataran Lembah UGM bareng Ari dan Irma, sahabat SMAku. Saat kubeli, mereka langsung tertawa karena tahu, ini nih, ciri khas sahabatnya, yang suka uthak-uthik barang kecil. Cukup lama membangun ruang bermain natsuaki ini, beberapa hari aku menggunting, melipat, mengelem, untuk kemudian membangunnya menjadi sebuah rumah. Arisku membantu memasang fondasinya di atas kardus tebal. Dan voila! Jadilah ruang bermain natsuaki, berdiri mungil menghiasi atas kulkas.

Sore ini, sang rumah kertas kuberikan pada anak-anak yang bermain dan belajar english.. em….tapi kasihin ke siapa ya…  banyak yang ngincer, banyak yang pingin…. tapi ya hanya satu orang yang berhak memelihara ruang bermain natsuaki ini…. walhasil, ada kuis khusus…apa kuisnya ?

Hari ini kita belajar greeting dalam english, french, and germany… isinya Bonjour, Pardon, Merci, Au revoir, S’il vousplait, Guten morgen, Entschuldigung, Bitte, Danke, und Auf wiedersehen. Jadi kuisnya adalah…..tebak-tebakan… apa bahasa perancisnya thank you ?..apa bahasa jermannya good bye ?

Tahap pertama… babak gugur…. dari sekian anak yang ikut, ada 4 kontestan yang lolos : Giggsy, Anggun, Rusma, dan Devita…

Tahap kedua…..siapa yang paling banyak skornya ? hm….ternyata dari 4 orang ini, skor imbang 4-4 diraih Giggsy dan Devita..

Tahap ketiga… tahap duel… Giggsy dan Devita cepat-cepatan menebak dengan bekal sendok makan dan gelas….ting..ting…siapa yang cepat men-ting gelasnya, dialah yang berhak menebak duluan… dan ternyata Devita unggul di babak ini…

Dengan demikian, ruang bermain natsuaki berpindah tangan ke Devita..

Dijaga ya, nak….ruang bermain ini dibuat dengan hati-hati..jangan sampai rusak yaa…….

Ups.. aku malah nggak motret ‘ruang bermain natsuaki itu’… L

Will you be my pen friend ?

“Look Lola, It’s a letter for you !” said Charlie.

“Open it Charlie!” Lola said.

“Yes, and look! It’s from a boy, far away from China, and a message for you !”

…….“Hallo Lola, My name is …..(Chinese word), Will you be my pen friend?”….

“Oh.. a letter for me, far away from China. You see Charlie, I’m the only luckies person in the whole wide world !” said Lola.

 

Lucky, Lucky Me, in Charlie and Lola series became the preambule for the activity of pen friend. We got letters from Java ! Yap, friends in Kartasura, Central Java, sent letters. They were from TPA El Nile under coordination of Kak Azzah  Nilawaty.

The letter flew from Kartasura Central Java to Palu, Central Celebes, and arrived in Pak Slash’s home. Then, because Mrs Slash had not stayed at home at the time the postman came, the mail back to the post office. The postman called me, who lived in West Celebes (about 300 km), and asked me to pick the mail in the post office. Then, I ask my friend that in the following day will go to Palu, to take that letter. When the driver took that letter from the post office in Palu, Mr. postman called me to make some clarification. And finally, after the long journey, the precious letter arrived in my house 🙂

So then, I delivered the letters to the kids and we made some letters (actually it’s postcard) back to friends of el Nile. There were 9 letters, while we were more than 9 people. Because we were so exited, one letter replayed for 2-3 people.

The children looked so happy get a letter from their friends in Java. They made postcards, made a picture in one side, and write about themselves in other side of paper. It’s a little bit hard, because we have no habit on writing yet. ‘What should I write, Miss?’ every kids asked me. I told them, ‘Introduce yourself, name, class, age, hobby, game, etc.. most of them answer with regarding the letter.

Eh, kalau suratmu seperti apa? Aku bingung mau tulis apa ya...

Aii...di mana bukunya itu Miss? ada gambar orang main sepak bola...(note : rencana gambar postcard : orang main bola)

 

dibuat seperti ini lho.....

 

 

 

 

 

Some of them put the photo to their pen friend and asked the pen friend to send the photo too.

kartu siapa ini? saya mau bikin juga...

 

kepada Azzah El Nile, kartasura jawa tengah

Raw conclusion :

I found the gap between kids in Java and here. Letters from Java, from the kids in 5th grade was full with very tidy and full handwriting in the paper. They look used to write alot. Maybe their teacher in Java often asked them to write alot, or they used to read book, magazine, or newspaper.

However, I hope they could be a good pen friend. It’s not only for one time, but for next and next times. And when they grow up in the following years, both have a family in Java and Celebes. A land that far from imagination. Just like Charlie and Lola… Lucky lucky us !