Survey : Paling Sulit vs Paling Mudah

Sebagai evaluasi pembelajaran, saya bikin survey terbuka untuk anak-anak kelas 5 dan 6. Tujuannya untuk mencari tahu pendapat siswa tentang pelajaran. Mau tau hasilnya ? Theng theng theng…

Ternyata oh ternyata, mereka berpendapat kalau materi yang paling sulit di pelajaran bahasa inggris adalah denah, membaca jam, posisi, anggota badan, dan surat.
Sementara itu, materi pelajaran yang paling mudah adalah angka, vegetable-fruit, conversation alias praktek percakapan, perkenalan, dan anggota badan. Knock knock.. Hm..let’s check it out!

DIFFICULT
# Denah..
Boleh dibilang ini materi yang komplet. Kita belajar mengenal lingkungan  dengan membuat denah dari rumah ke sekolah. Nggak main-main, denahnya digambar di kertas, lalu bangunan/tempat digambar sesuka mereka dan dicari istilah bahasa inggrisnya. Misalnya nih, bank, market, church, animal health care aka puskesmas hewan, street, alley, Indry’s home dan tentunya my home.

Anak-anak juga menuliskan arah jalannya dan arah mata angin. Denah pun dihias warna-warni. Nah di sini kelihatan sekali usaha dan kreativitas anak-anak. Mau tak mau mereka belajar memvisualiasikan ke dalam gambar dan mencari istilahnya di kamus..nah jadi beli kamus di pasar, kan 😉. Biasanya anak-anak akan bertanya pada guru dan tentu saja dibantu.
“Kalau Lorong rusa, apa bu?”
“Kalau bengkel?”
Dan rentetan pertanyaan lainnya. Pantas kalau ini jadi aktivitas tersulit.

# Membaca jam
Materi ini ada kaitannya dengan PM/AM dan half, quarter, past dan to… Memang materi ini agak rumit. Anak-anak belajar membaca jam berbahasa indonesia dulu, membaca angka inggris, plus pake ‘past/to.’ Komplet. Kami belajar di perpustakaan waktu itu karena ruang kelas dipakai. Lumayan ruang terbatas dan riuh. Plus terbalik antara PM dan AM nya yang jadi modal untuk bilang greeting : good morning atau good evening ya ? 😴tambah mumet anak-anakku..

# Posisi : beside, behind, on, in, in front of, etc. Posisi ini dipelajari dengan mempraktekkan langsung, misalnya : Siti duduk beside Rahmi. Nah kalau keluar di ujian, saya taruh gambar ruangan dan kasur, kursi, meja, dll. Anak-anak menentukan misalnya ‘the chair is -in front of- the table.’ Mungkin karena kurang hafal jadi tema posisi ini masuk top five tersulit.

# Surat. Sebetulnya tema surat adalah materi tematik. Artinya lewat surat ini, kita mengaplikasikan materi introduction yang sudah ada sebelumnya. Kok bisa?
Iya… jadi ceritanya, anak-anak dapat surat dari teman yang tinggal di West Java.. (kita kan tinggal di west sulawesi ya😊). Tentu ada panduan translate sama-sama dan  soal panduan tentang isi surat (5w1h). Pertemuan selanjutnya pun, kita mencoba membalas surat, tentu berbahasa inggris.  Kalau ini ada panduan dari ‘student identity form’ yang pernah dibuat anak-anak  sebelumnya. Komplet kan 😆. Tapi hasilnya bagus lho…saya suka..saya suka…

EASY
Sebaliknya, pelajaran yang paling mudah adalah angka, vegetable-fruit, conversation alias praktek percakapan, perkenalan, dan anggota badan.

#Angka
Membaca angka dimulai dengan tes masuk kelas. Anak-anak membaca angka dari flash card berbahasa inggris. Yang belum benar membaca angka, ostosmastis masuk kelas terakhir.😄 Dan ini diulang terus berkali-kali.

Varian untuk angka ada matematika english, yakni hitung menghitung soal cerita namun angkanya berbahasa inggris. Ini cocok untuk angka puluhan, ratusan, dan ribuan. Yang senang matematika, jadi tertantang membaca angka english. Lumayan lah..

#Vegetable-fruit
Mungkin ini mudah karena dekat dengan makanan sehari-hari dan anak-anak mengenal sedikit demi sedikit buah buahan berbahasa inggris.

#Percakapan alias conversation
Ini surprise buat saya karena conversation dianggap materi yang mudah.. Yihaa! Sukses…sukses… Sederhana kok.. kita belajar percakapan ringan, misalnya tentang ingin makan (antara ibu-anak), mau beli makanan (antara pembeli-penjual). Nah setelah diberi contoh, siswa berpasangan bikin percakapan sendiri dan praktek di depan kelas. Mereka kreatif lho, bukan hanya seperti contoh tapi bisa bikin varian baru. Semua dapat giliran dan teks itu saya periksa. So proud with you, guys ! Anak-anak itu pede bercakap bahasa inggris di depan kelas 😊.

#Perkenalan alias introduction
Ini juga suprise buat saya karena perkenalan berbahasa inggris dianggap materi yang mudah. Jadi, guru membagi student identity form yang berisi identitas anak, hobi, alamat, cita-cita, makanan kesukaan, dll. Seperti biasa, form itu dihias secantik-cantiknya. Lalu satu per satu siswa maju ke depan kelas dan memperkenalkan diri memakai bahasa inggris.

==Halo..
==My name is Maya.
## Hai Maya ! (Tanggapan teman-teman. Biasanya anak akan tersipu-sipu).
Dan dilanjutkan perkenalan tentang dirinya..
Ini materi yang sangat padat. Alhamdulillah kalau termasuk materi termudah..😆

#Anggota Badan
Materi anggota badan ini muncul di top 5 tersulit dan termudah. Nah bingung kan.. berarti ada yang menganggap ini sangat sulit dan sangat mudah. Baiklah. Mengenal anggota badan dilakukan dengan lagu dan gerak serta menggambar badan berkelompok dengan petunjuk berbahasa inggris.

Well then, itu tadi hasil survey pelajaran bahasa inggris untuk siswa kelas 5 dan 6 di SD tercinta di Mamuju Utara. Semoga bisa jadi bahan pembelajaran bersama tentang metode pembelajaran. Materi bisa sama, tapi yang penting mengkreasi metode yang tepat dan mengawalnya. Anak di daerah tidak kalah hebat dengan anak kota kok. Tinggal bagaimana pintarnya guru mengarahkan dan menyemangatinya untuk belajar. Tentu saja ada dukungan dari orang tua dan keluarga di rumah. Chaiyyo !

***

20170314_182617

Surat bikinan Aiv, kelas 5. Hebat, bukan 😃

Advertisements

Kue Cinta dan Parang Toraja

Saya dapat kue cinta. Tulisannya happy birthday Bu Hani dan lilin bertuliskan i love you. 🎂 Kuenya pandan diselimuti gula pink…cantik sekali. Pas 14 februari…dan itu bukan hari ulang tahun saya..haha…valentine kali….tapi tak apa…

Beberapa hari sebelumnya saya dapat brownies terĺezat yang baru sekali saya rasakan selama di mamuju utara. Lembut, ada lapisan coklat di atasnya. Enak banget.
Sama keduanya, dari anak-anak.

“Siapa yang suruh?”
“Kita-kita ji bu. Kumpul uang.”
“Kumpul berapa?”
“Ada 5 ribu, 2 ribu..seikhlasnya..”
“Siapa yang bikin kuenya?”
“Pesan bu. Dibuatkan Mamanya …” yang browniesnya pesan di tetangga dekat rumah anak-anak itu..katanya.
Oh…

Kayaknya 2 kelas 6 ini saling bersaing kirim kue deh. Karena 6a bersikeras brownies tidak boleh dibagi ke anak 6b yang sore itu ada di rumah. Maka sore esoknya kue ultah pink itu pun akan dibalas, tidak boleh dibagi ke 6a. Syukurlah nggak beneran. Semua ikut makan meski icip dikit-dikit.

Kami tiup lilin kue cinta itu sama-sama. Lalu dipotong kecil dimakan rame-rame. Sungguh kelezatan kue ini mengalahkan kue-kue dari ibukota propinsi.

20170214_142933

Kue cinta pink

Sambil menggoda, suami bilang. “Gimana, apa bu guru kos di SP 1?” Supaya tidak jadi pindah. Hahaha..bisa aja..

Untunglah ada rumpun tebu di halaman. Tebu morowal. Ada markisa dan jambu biji. Dengan sigapnya anak-anak memetik buah-buahan itu dan menikmati hasil bumi.

Ada satu anak spesial saya yang membuat tercengang. Di kelas, si anak agak kesulitan menerima pelajaran dan sering dibully teman-teman.  Eh..  kali ini dia menjadi bintang dengan memotong, menguliti, dan membelah tebu. Finishingnya bahkan dia cucikan itu tebu. Sementara teman lain membersihkan sisa sampah yang terserak dan membuang ke tempat sampah.

Si anak tampak sangat cekatan bekerja dengan parang. 👦 Jangan salah. Di sini parang bukan untuk melukai orang. Parang adalah alat kerja yang lazim dikuasai sebagai alat membuka kelapa, membelah duren, memotong ranting dan semak, ikan besar, dan yang sekarang membelah tebu.

“Ini parang toraja ini bu.”
“Lho kamu kok tahu?” tanya saya.
“Iya ini parang, tebal di atasnya. Kalau yang hari-hari dipakai itu tidak begini.”
“Oya…lainkah ? Parang dari mana itu?”
“Lainlah…. Parang malaysia, ” katanya entah ngawur atau tidak.
“Kalau besar kamu ingin jadi apa?” tanya saya lagi.
“Pemain bola bu.”
Amin..semoga kau jadi pemain bola hebat, nak.

2017-03-15 06.00.52

Makan tebu bersama

Sore itu, anak spesial ini, blasteran Jawa Ntt, membuat saya menemukan bintangnya. Ada anak yang menyendiri, makan tebu sendiri. Ada yang berusaha memotong tapi tidak berhasil. Sementara dia memilih menyediakan dan menyiapkan tebu untuk teman-teman sekelas. Sungguh bertanggungjawab. Keahlian dan ketrampilan ini tidak tampak di sekolah. Kamu hebat nak.

“Trus kamu ngasih apa untuk anak-anak?” Tanya suami.
“Foto.” Jawab saya sambil nyengir.
Suami memandangku seolah foto itu tidak ada apa-apanya dibanding kado dari anak-anak. Iya memang. Tapi waktu terbatas dan hanya itu yang bisa saya lakukan.

So sekali lagi printer bekerja keras sebelum masuk kontener. Kali ini ia mencetak foto untuk 139 anak plus foto besar untuk sekolah. Alhamdulillah. Terima kasih anak-anakku..Terima kasih SD Inp Sarudu 1, semua guru dan kepala sekolah. Kau menjadikan saya ada.  ***

Kejutan istimewa

Surprise !!!

Jadi ceritanya, bu guru mau pindah. Nah karena ada pengalaman tiba-tiba speechless  kalau pamitan, saya putuskan memberi pengumuman secara tiba-tiba, setelah ulangan selesai dikoreksi.

Kelas 4B.
“Anak-anak..ini adalah hari terakhir kita belajar bersama. Bu guru mau pindah.”

Dhueng dhueng..  wajah wajah tak berdaya efek ulangan itu langsung menatap saya, penuh pertanyaan.

“Iya..Bu guru tidak mengajar lagi.”
“Kenapa bu?” Akhirnya tersadar mereka.
Saya tersenyum. Nah sebelum air mata turun, saya membagi lencana kertas berbintang untuk masing-masing anak. Mereka bersorak membaca pesan yang ada di sana dan membandingkan dengan milik temannya.
Lalu kita foto bersama..Taraa…

Dan begitulah, isu itu cepat sekali menyebar. Dari kelas 4b ke 4a, 6 dan 5….Tiba-tiba saya dapat banyak surat cinta dari anak-anak! Kreatif banget. Bahkan anak spesial yang sering kesulitan menerima pelajaran, yang penuh energi kinetik bertingkah cari perhatian, tiba-tiba mengirimkan surat yang dibuat bersama sekelompok anak..oh so sweet..tanpa komando..

IMG_20170206_153501

Seperti biasa saya memilih ke perpustakaan untuk koreksi ulangan. Ke sanalah anak-anak itu mencari saya dan mengirimkan surat surat cinta. Seorang anak spesial yang fisiknya kuat bertanya, “Bu, kenapa tulisan untuk saya lain dari milik teman-teman?”
Oh, ternyata anak ini teliti juga.
Saya jawab, “Karena kamu istimewa.” Dan dia tersenyum..

Pagi selanjutnya di kelas 5b, kelas begitu sepi (tumben). Saat kita pemanasan senam ‘Head shoulders’, 4 anak laki-laki tiba-tiba berdiri di belakang kelas sambil memunggungi. Mereka menangis… What ? Why ? Did i say something rude? Oow. They didn’t answer my question… so i let them alone for awhile.

Baru tahulah saya kalau mereka diam-diam menggambar bu guru sedang mengajar di kelas, lengkap dengan warna pakaian yang sama, kaca mata,  dan flash card yang terpasang di papan tulis… oh…kids.

“Bu guru kenapa pindah? Apa alasannya?”
Saya ditodong lagi. Dan kelas kembali sendu. Anak spesial saya yang biasanya mudah terpancing emosi marah, kini ikut tersedu dan menolak untuk ikut foto bersama. Pun itu terjadi pada cowok-cowok melo yang bikin karya rahasia itu.

So, di kelas spesial ini pembagian lencana berubah format. Saya bahkan tak  memanggil satu per satu anak maju ke depan kelas. Saya sibukkan mereka menuliskan evaluasi pembelajaran 2 tahun ini. Lencana itu saya berikan dengan mendekati satu per satu siswa yang sudah menyelesaikan lembar evaluasinya.

DSC_000001

Lencana, dengan quote dari Film Kungfu Panda

Lain lagi di 5A. Mereka kompakan menyanyi lagu untuk bu guru. So sweet. Untunglah kamera saku itu tak ketinggalan menyertai seminggu ini.

6b dan 6a tak mau kalah meriah. Pelajaran seperti biasa bahkan beberapa materi dasar yang belum mereka tahu, kita bahas di kelas terakhir. Pak guru mengaku dicuekin saat saya ke kelas sebelah yang kosong untuk membagi hasil ulangan. Ini berakibat pada ide Pak guru membuat puisi ‘Terlanjur Sayang’ yang dibaca anak hebat di ruang guru setelah kita makan sup ubi rame-rame.

Kelas Spesial, Lebih Emosional
Kebetulan entah bagaimana di kelas-kelas  spesial itu tanggapan siswa jadi lebih emosional. Ini tidak saya prediksi sebelumnya. Saya kira kebiasaan mereka berulah, bertingkah, kadang badung, itu akan membuat datar-datar saja respon closing ini. Lho ternyata malah kebalikannya. Anak-anak ini jauh lebih mengungkapkan emosi kesedihannya ĺewat sikap, surat, bahkan kado istimewa yang tidak disangka, baik pribadi maupun kolektif.

Tiap sore hari, rumah tinggàl kami disambangi anak-anak bergantian. Hari ini 6a, besok 6b, besoknya mix, besoknya 5b, lalu ada lagi dan lagi. Kelas 6 sudah mulai naik motor meski tidak semua. Sementara kelas 5 naik sepeda, saling bonceng pula.

“Rumahnya di mana?”
“Lorong 7 bu. Lorong 9. Lorong 6.” Fyi, itu lorong itu artinya gang. Dan itu jauh lho. Ah tapi apalah jarak untuk anak-anak daerah yang super strong ini. Wajahnya kemerahan. Segera saja air minum dan kue tandas. Ada juga yang datang membawa biskuit untuk bu guru (akhirnya kita sikat ramai-ramai).  Hujan deras.. eh mereka tetap datang dan  berhujan-hujan ria.

***

Pindahan ya ?

Packing itu ternyata bisa bikin pusing. Antara yang ditinggal, dibuang, diberikan pada orang, atau dibawa.. Tempat kerja suami memungkinkan adanya rotasi pegawai. Terbilang ini kali ke-tiga kami pindahan. Ternyata barang-barang itu bertambah signifikan di periode ini.. 😅..

Yeah.. Menurut ekspedisi, paket pindahan akan mengambil waktu 2 minggu menyesuaikan jadwal keberangkatan kapal. Mmm… tampaknya kami salah perhitungan. Mustinya barang-barang itu lebih banyak dikirim ke jawa.

Baru kami sadari kalau banyak barang kami yang diberi. Kalau statusnya pemberian maka kemungkinan besar barang itu akan dilindungi atau dibawa, misalnya jilbab dari bu anu, tupp dari itu, mukena dari ono, dll…

Kalau ada ikatan emosional, misalnya ini kotak didapat di tempat sono, yang kemungkinan kami gak akan ke sana lagi, maka benda itu dilindungi. Kalau barang itu dibeli dan kemungkinan besar masih digunakan atawa fungsional, maka si barang akan dibawa. Misalnya itu munthu batu dibawa-bawa selama 3 kali pindahan. 😉

Lalu bagaimana kalau barangnya berfungsi sebagai asesoris, pernak pernik kecil untuk dekorasi? Since we didn’t have our own home, pernak pernik itu akan menumpang di rumah dinas atau rumah nenek. Nah loh.. Tampaknya kami harus bijaksana memilih pernak pernik selanjutnya ya.

So, barang yang seperti apakah yang diberikan pada orang? Umumnya orang melakukan lelang saat pindahan begini namun suami kurang setuju dengan konsep itu. ‘Kalau kau mau kasih orang, ya kasih aja, jangan dijual.’ okay then. That’s why we just gave some stuff that we could not bring, especially overseas.. eh apaan, pindah pulau maksudnya. Ada juga barang yang kelihatannya lebih bermanfaat jika digunakan orang lain. Atau bisa juga barang yang memang sudah tidak dipakai karena oversize (hati-hati berat badan).

So, dengan bismillahirrahmanirrahim kami lungsuri beberapa barang untuk anda. Semoga barang itu bisa digunakan sebagaimana mestinya, lebih bermanfaat dan membawa kebahagiaan bagi yang menerimanya.   Amiin..jangan dijual ya…

2017-03-14 18.22.02-1

5 Dzulhijjah 1436H

Dzulhijjah adalah bulan baik. Bulan yang disukai Allah. Banyak amalan sunnah di bulan ini. Bulan saat umat islam melaksanakan ibadah haji nan suci. Bulan saat Ibrahim diuji mengorbankan Ismail hingga menjadi petunjuk ibadah kurban. Idul adha, hari besar umat islam sedunia ada di bulan Dzulhijjah.

Bulan dzulhijjah ini, ternyata menjadi bulan saat Allah memanggil bapak. Beliau, di usia 73 tahun, masih survey sapi ke imogiri bersama panitia kurban. Beliau masih sehat, masih menyapu halaman dan membakar sampah, yang menjadi kesibukannya hari-hari. Stok kopi, energen, oat meal, baru saja dicukupi.

Pengantar koran, masih bercakap-cakap bersama bapak seperti hari biasa. Ia pun melongo saat tahu bapak meninggal. Penjual gas langganan yang ngetem di tetangga sebelah bertanya, ‘Mbak, Bapak?’ yang hanya bisa kujawab dengan menunjuk karangan bunga turut berduka cita. Teller BSM pun ingat, belum lama bapak ke bank. So fast?

Ya, that’s so fast. Jumat dini hari, Mas  Aat posting ke grup jika Bapak kena stroke dan dibawa ke RS Hardjolukito.  Saat olahraga jumat pagi di pabrik, terlintas di benak untuk sholat Idul Adha di jogja. Is that true?

Jumat itu menjadi hari yang sibuk. Dalam bengongku, Bu Silmi membelanjakan nutrisi posyandu piketku. Stoker izin tak masuk, walhasil urusan bebersih dikerjakan dengan air mata sporadis. Tugas membuat standar kelulusan English 456 dilembur. Tugas sekolah disiapkan untuk 2 minggu. Segera pulang..segera pulang.. Kerjakan tanggungjawabmu..

Dari grup wa, Mas Fiki Banjarmasin sudah mendarat di Jogja. Mbak Nina n fam Jakarta flight malam. Sementara Mbak Lely sedang ibadah ke tanah suci.

Aih…Sinyal kebun kembang kempis. Traveloka gagal confirm meski dicoba berkali-kali.  Kutelpon Mas Fiki, katanya tidak ada pembuluh darah yang pecah, dengan kondisi ini, pasien tidak separah om Shidiq, namun recovery akan lebih lama.

Sabtu, pagi, segera bergerak. Masak untuk mengisi stok lauk di freezer. Ambil print tugas, lalu ke sekolah. Ah, Pak kepala sekolah berpesan untuk membeli buku. Nice conversation.. Baiklah.. Siang memastikan ketersediaan bahan-bahan nutrisi posyandu di rumah Bu Dana. Kupeluk ia, yang sedang menumis bumbu and I said thank you.

Baiklah, jam 14.30 Wita, kami berangkat motoran. Tiket masih belum di tangan. Berhenti di BRI Pasangkayu, offline. Hp kuset berhenti data traffic agar hemat batere. Mendekati Donggala, hp suami bergetar berkali-kali. Namun takdiangkat karena kami masih perjalanan. Di Loli, kami rehat sekaligus makan.18.00 WITA. Kutengok hp, banyak miscall. Kubuka grup wa…Innalillahi..dan menunjukkannya pada suami..

Panggilan masuk lagi…Bu Prita di sana, memastikan kami mendapat kabar. Hp pun diserahkan pada Ibunda Azizah , beliau dengan tenangnya menasehatiku agar jadi anak shalehah, dst dst…dan berderailah air mata.. Suami memegang tanganku. Dia pun mengabari Pak Unari dan minta izin. Pak dan Bu Unari pun menawarkan bantuan, tebengan mobil Pak Dana yang kebetulan di belakang kami, pengurusan tiket, penginapan, dll.

Plan pun berubah. Untunglah suami tidak panik. Kami berdua harus ke jawa, malam ini juga. Jam 19.45 kami masih dapat tiket pesawat terakhir di bandara. Motor dititip ke LO, koper dibawakan Pak Dana. Ke Surabaya kami berangkat, menginap, dan melanjutkan perjalanan esok paginya. Subhanallah, Allah memudahkan perjalanan kami.

He passed away. So fast? Let’s see what happens in other place. Saturday, September 19th, He was in good condition, he could communicate with others. Beliau bertanya, ‘Jam berapa?’ dan minta wudhu. Lalu dibantu tayamum, sementara sholat asar dibimbing Mas Aat. It could be at 15.30. Setelahnya kondisi drop. Mbak Nina datang ke rumah sakit disambut zikir yang menggema di sekeliling bapak. Adik-adik bapak besuk, tetangga dekat juga hadir. Selepas Mbak Nina datang, cium tangan dan mohon maaf, sakaratul maut itu lepas..Bapak meninggal..tahlil pun semakin keras bergema di ruangan. 16.30 WIB.

Tante Hikmah bilang, bapak husnul khatimah. ‘Contohlah bapakmu yang tepat waktu sholatnya, yang dalam sakit pun meminta untuk sholat tepat waktu..’ Sakaratul mautnya sungguh cepat.

Wajahnya bersih..

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun…

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun…

Mungkin ini yang dibilang Om Pur. Menurutnya,  ‘Bapak tidak kuat untuk sakit terlalu lama.’ Sakit yang sejenak dan langsung memanggilnya kembali ke rahmatullah adalah keinginan beliau.

Subhanallah.

Terimakasih untuk segenap keluarga, sahabat, tetangga, rekan kerja, yang telah takziah dan memberikan dukungan.

Terimakasih untuk Masjid Al Falaah, rumah kedua Bapak, dan segenap takmir, yang menjadi tempat dan menyiapkan pemberangkatan jenazah, serta yasin dan tahlil bakda isya. Terimakasih kepada PHBI yang berinisiatif sholat gaib sesaat sebelum Sholat Idul Adha di halaman Amplaz. Terimakasih untuk semua. Jazakumullah khairan katsiran.

Bapak, terimakasih telah menjadi teladan bagi kami.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa afihi wa’fuanhu.

Dzulhijjah 1436 H.

survivor

Infertility…apaan sih?
Different ability….ya gitu deh…
Widow..siapa ?

Nah teman, kadang secara tidak sadar kita membicarakan sesuatu yang kita anggap wajar tapi bisa menyakitkan orang lain. Kalau ada teman difabel, tuna daksa atau tuna netra, kita bilang dia cacat. Kalau ada yang kena cancer, kita bilang dia sakit. Kalau ada yang belum punya anak, kita bilang mandul. Kalau ada anak yang diajari gak paham-paham juga, dibilang bodoh. Kalau ada yang berpisah dengan suami, dibilang janda. Bicaranya dengan nada merendahkan pula, peyoratif.. Tahukah anda kalau label itu menyakitkan?

Bagi banyak orang, sehat, anak, kecerdasan, keluarga harmonis, itu muncul secara alamiah, lumrah, begitu saja. Namun ada orang-orang istimewa yang dihadiahi Allah dengan misteri kehidupan sehingga untuk dapat masuk ke kategori ‘normal’ atau mungkin lebih enaknya ‘standar’, perlu effort khusus untuk diraih, diusahakan, dan ditelateni.

Orang Indonesia suka sekali berbicara, mulai dari menceritakan masalah dan kemegahan dirinya, hingga kelakuan orang lain yang tidak sesuai. Dan orang-orang dalam paragraf di atas sering kali masuk list pembicaraan, dirasani.
Coba jawab dulu pertanyaan ini jika anda sedang membicarakan orang :
– Memang lu tahu apa masalahnya?
– Memang dia mau lu tahu masalah dia?
– Memang dari membicarakan dia bisa muncul solusi?
– Memang membicarakan orang bikin hati jadi tentram?
– Memang lu sendiri kuat kalau dapat cobaan seperti dia?
– Memang lu mau dibicarain kayak dia?
– Ehm…sape elu sih?

So, saya mau bagi sedikit tentang ini. Disease, cancer, difabel, infertility, divorce, bisa terjadi pada siapa pun. Jangan sakiti orang lain yang sedang dirundung sedih dengan mengata-ngatai mereka kalau tidak ada tujuan, ujung baiknya. Tahukah anda, kalau mereka adalah survivor, yang berjuang untuk sehat, untuk punya anak, untuk hidup.

Jangan lihat mereka sebagai pihak yang tidak punya ini itu seperti halnya anda yang komplet. Lihatlah mereka sebagai insan manusia yang utuh, yang berprestasi, yang bermanfaat bagi lingkungannya. Siapa tahu, keberadaan mereka lebih bermanfaat daripada orang-orang kebanyakan yang tidak mendapat cobaan Tuhan. Who knows?

sketch-1411460464261

Orang-orang pilihan ini tidak butuh untuk dikasihani. Beberapa advice mungkin boleh, tapi jangan yang menyudutkan, apalagi meremehkan. Anda tidak tahu apa yang dia rasakan, kan? Mereka pasti punya banyak pertimbangan dalam memutuskan sesuatu. Kalau anda berniat baik memberi saran, pastikan anda menguasai informasi tersebut. Atau anda bisa sampaikan pada pihak lain yang lebih dekat pada yang bersangkutan, apalagi jika gaya anda cenderung sok tahu dan sok benar, apalagi tidak punya hubungan dekat dengan sang survivor.

Kata Nabi SAW, sebaik-baik orang adalah yang orang lain tentram saat di dekatnya. Sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi lingkungannya. Yuk, jadi orang yang begitu yuk…

🙂

Gordon Ramsay

Saya sedang suka sama Gordon Ramsay. Itu tuh, British chef yang jadi juri master chef US. Eksentrik, galak super pedes, kasar, cerdas tapi peduli.

Dulu gak sengaja nonton acaranya Hell kitchen, gak tahan liat pressure di dapur yang gila-gilaan plus omelan Gordon yang kasar (baru tahu isi dapur restoran tuh kayak gitu). Lalu gak sengaja menemukan acaranya di tv lagi, yang ini ngajari masak narapidana di Inggris sana. Terbayang bahayanya itu, narapidana pegang pisau. Kalau dipake buat kabur, gimana? Kalau bunuh-bunuhan gimana?

Ada lagi celoteh, ucapan kasar, makian, antar napi, dengan sang chef, sipir penjara, sampai ka lapas. Memang bener-bener parental guidance untuk acara beginian itu penting. Nah, yang membuatku tetap menonton acara itu (lupa nama acaranya) adalah step demi step Gordon mengajari kerja sama sesama napi dalam memasak, kerja sama dengan manajemen penjara, dan juga menghadirkan orang-orang yang punya peran dalam dunia kuliner. In the end, Gordon bikin party di salah satu ruang penjara dan tamu-tamu disuguhi hidangan para napi. Keren !

Ada juga seri Gordon buka catering dari penjara, dengan waktu sempit untuk persiapan memasak. Dan makanan yang dibuat musti habis laku terjual karena makanan itu short time. Awesome!

download

Nah yang terakhir acaranya Gordon di tv yang sempat kutonton adalah Hotel Hell. Gordon dateng membenahi manajemen hotel yang hampir bangkrut karena mismanagement. Problem utamanya adalah lack of leadership, pemimpin yang seenaknya, karyawan gak digaji sehingga tidak ada passion kerja, efeknya adalah buruknya pelayanan pada konsumen, mulai dari resepsionis, kamar, sampai restoran. Sementara itu, resources ada di depan mata, mulai dari fresh water fish, kota pelajar, nice view, historical hotel, etc.

Di salah satu episode, Gordon memperbaiki relasi dalam keluarga, antara kakak-adik-ibu-bapak yang nggak klop hingga akhirnya keluarga itu bersatu lagi dan running hotel dengan lebih tertata, sebagai satu kesatuan tim.

Waw…andai Gordon ada di Indonesia, bisa stres dia, dengan banyaknya mismanagement. Wah kata-kata kasar akan bermuntahan dari mulutnya.

So , apa pelajarannya?
Pertama, niat kuat dan mental baja..pasti.. Lu beneran mau ngajarin narapidana buka catering dari penjara? Lu beneran mau cari jodoh? Lu beneran mau ikut master chef? Lu beneran mau hamil? Niat kudu kuat, banyak tekanan, orang bilang ini itu, mencibir pedas, situasi n kondisi yang tidak diinginkan, keluar dari comfort zone, yang pasti…uji ketahanan mental n fisik…

Siap mendengar kata-kata pedas Gordon Ramsay? Bagaimana menghadapi dan menimpali kata-kata orang sok tahu? Eh, tapi dia berhak untuk marah sama kita atau tidak? Nah…itu juga…Hm…nangis-nangis doang trus tinggal pergi..haha..boleh sih tersudut, terpuruk sebentar, tapi bangkit lagi ya.

Mari buat pembuktian terbalik, bahwa makian Gordon itu salah, mari buktikan kalau kita punya cara survive yang baik pula. Kali aja Gordon atau orang yang nggak suka sama kita itu nggak tahu ada kebenaran versi lain, counter hegemony..hihi….bahasa seksi kuliahan. Wake up and stand up, baby!

Kedua, punya banyak rencana, plan A-C jika rencana tidak sesuai harapan. Kita set expectation bla bla and prepare anything tapi ternyata kondisi dan situasi meleset…nah lo…mau bilang apa? Ready for worse case scenario ya. Pinginnya sih tujuan tercapai, tapi mungkin ada faktor x yang menghalangi ya. Siap, tetap kuat bangkit. Singsingkan lengan baru, ayo gumregah nyambut gawe..

Ketiga, ilmu. Bertindak, nggak asal bertindak, tapi ada ilmunya. Kreatif itu bagus, tapi kudu punya fondasi ilmu supaya hasilnya baik. Banyak cara mencari ilmu, dari yang mandiri sampai belajar ke ahlinya. Pertanyaannya, mau untuk belajar atau sudah merasa cukup. ‘Ah, segini juga cukup, gini aja cukup, nggak perlu neko-neko.’ hasrat dan passion untuk terus belajar di manapun, kapanpun, dan pada siapapun musti ada dalam benak kita. Ini nih yang sering jadi kendala untuk menyeru kemajuan (duilee). Apalagi berhadapan dengan masyarakat yang merasa cukup nyaman dengan kondisi saatu ini.

Wah, dijamin disuruh ngepak pisau dan naruh apron sama Mr.Ramsay tuh.