Kejutan istimewa

Surprise !!!

Jadi ceritanya, bu guru mau pindah. Nah karena ada pengalaman tiba-tiba speechless  kalau pamitan, saya putuskan memberi pengumuman secara tiba-tiba, setelah ulangan selesai dikoreksi.

Kelas 4B.
“Anak-anak..ini adalah hari terakhir kita belajar bersama. Bu guru mau pindah.”

Dhueng dhueng..  wajah wajah tak berdaya efek ulangan itu langsung menatap saya, penuh pertanyaan.

“Iya..Bu guru tidak mengajar lagi.”
“Kenapa bu?” Akhirnya tersadar mereka.
Saya tersenyum. Nah sebelum air mata turun, saya membagi lencana kertas berbintang untuk masing-masing anak. Mereka bersorak membaca pesan yang ada di sana dan membandingkan dengan milik temannya.
Lalu kita foto bersama..Taraa…

Dan begitulah, isu itu cepat sekali menyebar. Dari kelas 4b ke 4a, 6 dan 5….Tiba-tiba saya dapat banyak surat cinta dari anak-anak! Kreatif banget. Bahkan anak spesial yang sering kesulitan menerima pelajaran, yang penuh energi kinetik bertingkah cari perhatian, tiba-tiba mengirimkan surat yang dibuat bersama sekelompok anak..oh so sweet..tanpa komando..

IMG_20170206_153501

Seperti biasa saya memilih ke perpustakaan untuk koreksi ulangan. Ke sanalah anak-anak itu mencari saya dan mengirimkan surat surat cinta. Seorang anak spesial yang fisiknya kuat bertanya, “Bu, kenapa tulisan untuk saya lain dari milik teman-teman?”
Oh, ternyata anak ini teliti juga.
Saya jawab, “Karena kamu istimewa.” Dan dia tersenyum..

Pagi selanjutnya di kelas 5b, kelas begitu sepi (tumben). Saat kita pemanasan senam ‘Head shoulders’, 4 anak laki-laki tiba-tiba berdiri di belakang kelas sambil memunggungi. Mereka menangis… What ? Why ? Did i say something rude? Oow. They didn’t answer my question… so i let them alone for awhile.

Baru tahulah saya kalau mereka diam-diam menggambar bu guru sedang mengajar di kelas, lengkap dengan warna pakaian yang sama, kaca mata,  dan flash card yang terpasang di papan tulis… oh…kids.

“Bu guru kenapa pindah? Apa alasannya?”
Saya ditodong lagi. Dan kelas kembali sendu. Anak spesial saya yang biasanya mudah terpancing emosi marah, kini ikut tersedu dan menolak untuk ikut foto bersama. Pun itu terjadi pada cowok-cowok melo yang bikin karya rahasia itu.

So, di kelas spesial ini pembagian lencana berubah format. Saya bahkan tak  memanggil satu per satu anak maju ke depan kelas. Saya sibukkan mereka menuliskan evaluasi pembelajaran 2 tahun ini. Lencana itu saya berikan dengan mendekati satu per satu siswa yang sudah menyelesaikan lembar evaluasinya.

DSC_000001

Lencana, dengan quote dari Film Kungfu Panda

Lain lagi di 5A. Mereka kompakan menyanyi lagu untuk bu guru. So sweet. Untunglah kamera saku itu tak ketinggalan menyertai seminggu ini.

6b dan 6a tak mau kalah meriah. Pelajaran seperti biasa bahkan beberapa materi dasar yang belum mereka tahu, kita bahas di kelas terakhir. Pak guru mengaku dicuekin saat saya ke kelas sebelah yang kosong untuk membagi hasil ulangan. Ini berakibat pada ide Pak guru membuat puisi ‘Terlanjur Sayang’ yang dibaca anak hebat di ruang guru setelah kita makan sup ubi rame-rame.

Kelas Spesial, Lebih Emosional
Kebetulan entah bagaimana di kelas-kelas  spesial itu tanggapan siswa jadi lebih emosional. Ini tidak saya prediksi sebelumnya. Saya kira kebiasaan mereka berulah, bertingkah, kadang badung, itu akan membuat datar-datar saja respon closing ini. Lho ternyata malah kebalikannya. Anak-anak ini jauh lebih mengungkapkan emosi kesedihannya ĺewat sikap, surat, bahkan kado istimewa yang tidak disangka, baik pribadi maupun kolektif.

Tiap sore hari, rumah tinggàl kami disambangi anak-anak bergantian. Hari ini 6a, besok 6b, besoknya mix, besoknya 5b, lalu ada lagi dan lagi. Kelas 6 sudah mulai naik motor meski tidak semua. Sementara kelas 5 naik sepeda, saling bonceng pula.

“Rumahnya di mana?”
“Lorong 7 bu. Lorong 9. Lorong 6.” Fyi, itu lorong itu artinya gang. Dan itu jauh lho. Ah tapi apalah jarak untuk anak-anak daerah yang super strong ini. Wajahnya kemerahan. Segera saja air minum dan kue tandas. Ada juga yang datang membawa biskuit untuk bu guru (akhirnya kita sikat ramai-ramai).  Hujan deras.. eh mereka tetap datang dan  berhujan-hujan ria.

***

Advertisements

I want to be a nurse…

I want to be a nurse ! I want to be a football player ! I want to be a priest ! I want to be a police ! I want to be a chef ! No, it’s not the sentence from children in town. Ya, how could ? These are the sentences from kids here. We learn about dream and each of them should prepare some stuff about it. With carton paper, colouring pen, glue, cutter, and scissors, children create their appearance of what they want to be. I found that dream about athlete is still interesting for them. That’s right, because the children were so strong, since football, volleyball, climbing the tree were games for them in the free time. and the one that make me smile is one of them (the girl) want to be a ship captain! 