Mencari Kader Posyandu Teladan (I)

Apa itu Posyandu ?

Untuk yang tinggal di kota, mungkin ‘awang-awangen’ ya, ‘Posyandu ? Apaan tuh ?’ nah untuk jelasnya, saya jelaskan dulu tentang Posyandu ya.

Pos pelayanan terpadu, itulah kepanjangan dari posyandu. Posyandu dilaksanakan di tingkat dusun untuk memonitor perkembangan balita dan ibu hamil. Setiap bulan dilakukan penimbangan balita, imunisasi, dan penyuluhan. Dari posyandu rutin ini diketahui perkembangan balita tiap bulannya. Ibu-ibu datang bersama buah hatinya dengan membawa KMS.

Kartu Menuju Sehat/KMS merupakan kartu yang mencatat track record balita dari lahir hingga 5 tahun. Balita ideal memiliki berat badan yang berada di area hijau (lihat gambar KMS). Apabila balita berada di bawah garis merah (BGM), tandanya warning, ada sakit apa? Bagaimana pola makannya? Atau terlalu banyak makan snack kemasan sehingga nafsu makannya berkurang?  Ketidaktahuan orang tua dalam memberikan makanan dan minuman sehat untuk balitanya terkadang membuat anak-anak terbiasa makan snack ber MSG yang banyak di pasar. Demikian pula gula-gula atau minuman kemasan yang menarik hati (baca postingan sebelumnya di blog ini : Kue Tetu dan Panada).

Nah, kalau dua bulan berturut-turut berada di BGM, maka balita tersebut mendapat nutrisi tambahan susu dan biskuit. Harapannya dari bantuan nutrisi tambahan ini akan memacu pertumbuhan anak dan menambah perhatian orang tua atas perkembangan anak.

Tiap Februari dan Agustus, di Posyandu ada pemberian vitamin A. Ada 2 jenis kapsul vitamin A; Kapsul biru diberikan pada balita umur 6-11 bulan dan kapsul merah vitamin A diberikan pada balita umur 1 tahun ke atas. Pemberian imunisasi merupakan kegiatan rutin. Imunisasi BCG dan polio 1 untuk bayi 1 bulan, DPT/HB 1 dan polio 2 di usia 2 bulan, DPT/HB 2 dan polio 3 untuk balita usia 3 bulan, DPT/HB 3 dan polio 4 di usia 4 bulan, dan campak di usia 9 bulan. Terkadang orang tua menolak imunisasi karena anaknya menjadi rewel setelah imunisasi. Padahal imunisasi ini sangat penting untuk mencegah terjadinya penyakit pada anak. Memang, jika kondisi anak sedang sakit maka imunisasi tidak diberikan.

Selain untuk balita, Posyandu juga melayani ibu hamil. Untuk ibu hamil, ada vaksin TT 3 kali yang (seharusnya) diberikan mulai dari sebelum perkawinan. Ibu hamil juga mendapat multivitamin penambah darah dan kalk agar perkembangan janin dan ibu hamil sama-sama sehat.

Tangis bayi terdengar menyeruak saat jarum suntik petugas puskesmas menembus kulit halus sang bayi. Berbeda dengan imunisasi polio yang berbentuk tetes, imunisasi BCG, DPT, dan campak diberikan dalam bentuk suntikan. Saking takutnya pada suntikan, tak jarang balita menangis saat ditimbang di dacin/timbangan gantung ataupun di timbangan duduk. Beberapa menggondeli ibunya karena takut. Kalau sudah begini, kader posyandu melakukan dua kali penimbangan, yang pertama balita dengan ibunya, yang kedua ibunya saja. Selisih massa keduanya adalah massa bayi, namun demikian penimbangan dengan teknik ini kurang detil.

Di posyandu, balita yang datang mendapat nutrisi berupa susu dan makanan dengan menu bervariasi. Bubur kacang hijau, bubur ayam, lontong sup, merupakan contoh menu berat. Untuk menu ringan, ada telur rebus, kue, dan buah. Tak ketinggalan susu. Dana untuk pengadaan nutrisi ini digalang dengan swadaya, oleh karenanya  banyak posyandu yang 3 bulan sekali memberikan nutrisi, itu pun terbatas pada balita yang divaksin. Ke depan mungkin Dinas terkait perlu memperhatikan hal ini agar anak Indonesia semakin sehat dan kuat.

(bersambung di Mencari Kader Posyandu Teladan II)