Naik Kereta Ekonomi di Jakarta

Anda akan mengawali diri dengan membeli tiket di loket. Silakan tanya langsung pada petugas loket atau petugas berseragam yang menjaga pintu masuk, untuk jadwal dan tujuan kereta yang anda cari. Bergegaslah ke loket dan tanya dengan cepat. Ada juga papan besar berisi jadwal keberangkatan kereta, namun jadwal ini belum tentu tepat sehingga bisa membuat anda jengkel sendiri. Biasanya sang penjaga loket irit bicara dan tidak terlalu sabar melayani pertanyaan. Mungkin rutinitas kerja membuat mereka jadi demikian. Ikuti antrian ya, meski tak jarang antrian anda akan diserobot orang  yang berdiri di arah jalan keluar loket…hm… sabar saja..

Sekali anda mendapat tiket dan mengetahui jalur dan jam keberangkatan kereta yang anda tunggu, silakan cari tempat duduk mengharap jalur kereta. Pastikan jalur kereta anda (1, 2, 3, 4, 5, atau 6) sehingga tidak perlu terjadi salah tempat tunggu yang mengakibatkan anda mesti ganti arah. Cari tempat duduk yang agak nyaman, misal : kursi lowong yang tidak terlalu kosong (memastikan anda bisa bertanya pada orang di sebelah anda tentang kereta apa yang baru datang). Untuk yang tidak suka asap rokok, cari tetangga kursi yang tidak merokok (meski kemungkinan rendah). Hmm…Tak sedikit yang berpacaran sembari menunggu kereta atau berbincang seru dengan  gank teman-temannya.

Yes, kereta datang, lihat gerbong yang agak kosong dan berlarilah ke arah gerbong tersebut untuk mencari tempat duduk. Kereta ekonomi ini menyediakan kursi yang saling berhadapan, maka carilah tetangga kursi yang tampaknya bisa ditanyai sampai di manakah kereta ini. Karena transportasi publik ini tidak memberikan tanda-tanda dimana sang kereta sedang transit, kecuali ada bisa menghapal satu demi satu stasiun kereta, anda juga bisa menghitung jumlah stasiun yang sudah dilewati (saya biasanya gagal menghitung). Maka, silakan bertanya pada orang di sebelah anda atau pada pedagang karet rambut/tisu/air minum. Petugas pengontrol karcis hanya lewat sekali, itupun tidak menunggu gerbong, walhasil, tetangga yang duduk di sebelah anda jadi tempat bertanya. Biasanya mereka akan menjawab pertanyaan itu sembari menanyakan ulang tujuan anda. Mereka tak segan bilang, ‘Mbak mau turun di mana ? Oh, sekarang kita di Lenteng Agung, jadi masih ada 4 stasiun lagi, Mbak.’

Kereta api ekonomi ini mengandalkan sirkulasi udara dari pintu yang tidak ditutup. Mungkin juga memberi kesempatan bagi anda yang belanja barang dalam kemasan besar atau anda yang penjual minuman dan asongan untuk masuk kereta beserta kereta dorong. Terbukanya pintu kereta juga memungkinkan anda untuk bergelantungan di kereta (seperti bus saja) manakala penumpang memadat dan kereta tidak bertambah gerbongnya J.

Jika anda berkereta malam hari, maka tidak semua lampu kereta menyala terang. Ada beberapa lorong yang gelap gulita, sementara sisi lainnya diterangi lampu. Yah, dengan 1.500 rupiah saja, anda bisa berkelana dari stasiun Tanah Abang hingga Serpong.. lumayan murah kan ? Di sekeliling anda kabanyakan adalah muka-muka lelah yang telah bekerja dan berkeliling kota seharian. Tak jarang mereka merokok di kereta, makan minum bebas, atau menghardik temannya yang salah aksi. Di kereta ekonomi Jakarta ini juga ada pengamen, pengemis, anak yang menyapu lorong kereta dan meminta upah, hingga segala macam jualan yang membuat anda melihat warna warni Jakarta.. Sementara itu, di belakang sana nampak gedung-gedung menjulan tinggi yang kelap-kelip di malam hari. Inilah kehidupan. Seorang bapak memasukkan mesin cuci ke atas kereta. Di belakangnya, sang istri kebingungan belum membeli tiket kereta, sementara petugas kereta sudah berkeliling menagih tiket. Sang anak tampak bosan duduk di kursi kereta… Life isn’t that easy, Man!

Selama perjalanan di kereta ekonomi ini, saya memilih untuk tidak mengeluarkan handphone dan dompet dari tas. Nikmati perjalanan anda, sesekali bisa beli buku bacaan, karet rambut, tisu, korek api, atau barang-barang yang sekiranya anda butuhkan atau sebagai cindera mata yang mengingatkan bahwa anda pernah berada di kereta ekonomi.. kereta yang mendekatkan kita atas wajah ibu kota tercinta.

peta rute KRL

Yuk Naik Kereta AC Ekonomi !

Inilah kereta yang nyaman dengan AC, lampu menyala sore- malam, dan fasilitas gerbong wanita. Saya selalu mencari gerbong khusus wanita di rangkaian ini. Jika di kereta ekonomi anda seolah-olah bebas berekspresi apa saja, maka di kereta AC ekonomi ini ada aturan tertulis dimana anda tidak boleh makan minum, mengamen, duduk di lorong dan menambahkan kursi, membawa binatang dan barang yang mudah meledak. Tidak semua kereta memasang peraturan ini di dinding, jadi untuk makan minum dan duduk di lorong, ada juga yang melanggarnya. Yang penting diingat, jangan tinggalkan bungkus makanan dan minuman di kereta ini karena pasti akan mengganggu kenyamanan penumpang lainnya. Juga, jangan berdiri di dekat pintu, karena sang pintu akan membuka-tutup secara otomatis tiap kali berhenti di stasiun.

Empat ribu lima ratus atau lima ribu lima ratus rupiah cukup anda siapkan untuk mendapat kenyamanan berupa AC, kesempatan membaca buku, mendengarkan musik lewat i pod, atau menimang bayi yang merengek. Ya, di perjalanan kemarin, setidaknya ada 2 bayi mungil yang ikut perjalanan di kereta. Sang ayah tampaknya berada di gerbong lain mengingat gerbong ini khusus wanita dan anak-anak. Beberapa lelaki yang kebetulan masuk ke gerbong  langsung diingatkan petugas untuk beranjak ke gerbong lainnya. Jadi kalau anda berniat menikmati perjalanan dengan pasangan tercinta, silakan pilih gerbong umum ya J. Dan karena itu pula, ada petugas yang berjaga di gerbong sehingga anda bisa bertanya pada mereka, ‘Sudah sampai di stasiun Cilebut, Pak?’

Note : Direkomendasikan untuk anak-anak (didampingi orang dewasa).

Advertisements

Puzzle I

‘Menyusun puzzle kehidupan?’ hm… look so poetic, doesn’t it ? ya. Itu salah satu tekadku melanjutkan perjalanan. Puzzle merupakan salah satu mainan idolaku. Sewaktu kecil ada puzzle bergambar perangko, hadiah dari salah satu paman, yang sering kubongkar pasang, bahkan aku menghitung menitnya untuk memastikan bahwa kali ini puzzle selesai dalam waktu singkat. Puzzlenya bukan puzzle anak-anak loh, jadi lumayan rumit lah. Silakan perhatikan detil kemiripan bagian demi bagian untuk menjadikannya puzzle utuh.. Maka saat ke toko mainan di Konstanz, aku memutuskan membeli puzzle 3000 pieces yang kotaknya saja super besar, bergambar peta dunia klasik (aku suka sekali melihat peta!), dan berharap suatu saat akan menyelesaikan puzzle super rumit itu. Dan…. tara… Puzzle peta itulah yang menjadi inspirasi desain undangan pernikahan kami 😉
Membuat puzzle itu susah-susah gampang, semakin penasaran, semakin besar rasa ingin menyelesaikan puzzle itu.. tapi ini permainan yang asik banget… so, sebagai salah satu langkah menyusun puzzle kehidupan, berangkatlah saya ke ibu kota. Ada misi yang harus dikerjakan di sana.. Misteri jejaring masa depan yang dibangun perlahan. Di sela misi tersebut, saya bergerak bagai laba-laba yang mengeluarkan spineretnya untuk memindai daerah-daerah yang pernah dilalui, merasakan suatu petualangan baru, sendirian, dan (harus) berani, dalam wujud alat transportasi publik.
Bagi anda yang pernah merasakan bertualang dengan kendaraan umum di dalam dan luar negeri (baca : negara dunia pertama), mungkin pernyataan ini muncul di kepala anda ‘Saya merasa lebih aman di stasiun kereta di Konstanz’, ‘Wah, ngeri di Soekarno Hatta, Ngurah Rai, Tugu, atau Gubeng.. baru menjejakkan kaki keluar, orang-orang sudah membujuk untuk naik taksi atau ojek.’ Ya, nggak ? Pikiran itu jamak terbetik di kepala.. Aman dan nyaman, adalah dua kata kunci yang kuingat dari perbincangan beberapa tahun yang lalu dengan Pak Heru Sutomo (PUSTRAL UGM) tentang alat transportasi publik yang dibutuhkan masyarakat. Masalah transportasi bukan hanya sebatas urusan teknis koridor bus, kenyamanan bis, beli tiket, support system antar moda transportasi publik, namun juga bagaimana orang-orang di sekitar bandara, stasiun, ataupun terminal terhidupi.. Bukan hanya warung waralaba ramai diserbu penumpang pesawat, namun juga para pedagang air mineral, soto surabaya, nasi pecel, koran, TTS, porter, taksi, juga ojek yang berjuang untuk makan anak istri dan membayar setoran dengan berebut menawarkan jasa pada penumpang yang baru menjejakkan kaki di pemberhentian kendaraan. Singkatnya, ini hidup matinya segala umat, bo !
Tapi sebagai konsumen pun kita musti mengatur diri. Maka dengan alasan keamanan, kebersihan, ataupun ‘kekhawatiran dibohongin’ dalam hal harga, kita bisa jadi menegasikan semua yang ditawarkan. Saat berkelana di ibu kota sendiri untuk mengurus sesuatu, famili selalu mengingatkan untuk memilih taksi merk tertentu. Harganya lebih mahal memang, namun terjamin keamanan dan harganya (tidak perlu tawar menawar yang membuat runyam). Kini, di usia yang sudah sekian (ciee…. ), aku ingin mencoba alat transportasi publik massal. Ternyata cukup menarik, dan penting buat anda untuk sekedar survive..
‘Han, jangan tanya sama orang-orang yang sok akrab di depan stasiun.. tanya aja sama petugas berseragam (identitas seragam begitu penting di sini, karena menunjukkan otoritas dan .. dapat dipercaya..)’, pesan temanku yang baru 5 tahun bergumul dengan Jakarta. Maka dia pun memberikan petunjuk teknis ke jalur busway maupun kopaja yang melewati stasiun Gambir, tempat satu sudut puzzle hidupku disusun. Nah, karena aku sengaja menggunakan transportasi publik di kota, maka aku akan membagikan beberapa hal yang mungkin berguna saat berkendara di alat transportasi publik di negeri tercinta. Siapa tahu berguna untuk anda..

Peralatan yang perlu dibawa saat menggunakan transportasi publik :
1. Tisu untuk mengelap ingus dan menutup mulut jika anda batuk pilek (bisa beli dipenjual asongan), bisa juga gunakan sapu tangan
2. Tisu basah (untuk mengelap muka anda yang kucel setelah perjalanan panjang)
3. Hand sanitizer (untuk membersihkan tangan anda yang pasti banyak kumannya)
4. Minyak angin (aku menemukan aroma terapi berbentuk roll on yang berfungsi menghangatkan badan, sangat cocok untuk mengurangi rasa kembung dan pening, dan yang penting, tidak berbau balsem dan minyak kayu putih!)
5. Buku (yang ini barang wajib untukku, buku menjadi teman yang paling akrab, di saat menunggu kereta datang dan saat perjalanan-jika dapat kursi)
6. Untuk kereta eksekutif jarak jauh dan kereta AC ekonomi jakarta, anda bisa juga memasang head set di kepala dan mendengar musik-musik dari i phone anda.
7. Air minum (air mineral, susu kotak, juice, teh, dll sesuai selera anda)
8. Roti/kue/camilan/coklat (sekedar mengganjal perut yang lapar di perjalanan)
(Poin 7 dan 8 tidak boleh dinikmati di atas bus transjakarta dan kereta ekonomi AC)

Amunisi penting :
1. Tiket..bawa uang receh untuk membeli tiket di loket..
a. Untuk perjalanan jarak jauh (kereta api), silakan beli tiket jauh hari. Minta pada petugas tiket untuk mendapat kursi di bagian tengah (kursi di nomor ujung berlokasi di dekat wc. Berpotensi membuat polusi udara).
b. Untuk perjalanan jarak dekat, anda bisa langsung ke loket. Tanyakan sekalian pada petugas tentang lokasi jalur kereta/busway yang kita tunggu dan jam berapa alat transportasi publik tersebut datang. Jadwal kereta ini sering tidak sesuai jadwal.
2. Jangan sampai salah kereta/busway (bisa berabe tuh)! Pastikan jurusan dan jadwal keberangkatan. Kalau ragu, tanyalah pada petugas berseragam dan bertanda pengenal di pintu masuk.
3. Untuk kereta jarak dekat, silakan browsing jadwal keberangkatan kereta, rute dan stasiun-stasiun yang dilalui kereta. Ini penting sekali mengingat tidak semua kereta mencantumkan rute stasiun demi stasiun yang dilalui, apalagi jika anda turun di stasiun kecil. Tidak ada pengumuman nama stasiun! Jadi perhatikan sampai di mana anda berada..Untuk busway, mengetahui jalur busway dan halte-halte transit akan memudahkan anda berkelana.
4. Adab di transportasi umum : persilakan pengguna kendaraan untuk keluar terlebih dahulu. Setelah semua keluar, baru giliran anda untuk menaiki kereta/bus. Anda akan membuat awal perjalanan yang tidak menyenangkan jika memaksakan diri naik/masuk terlebih dahulu ke kendaraan sementara penumpang lain sedang akan turun kendaraan. Percayalah, selalu ada ruang untuk anda di kendaraan.
5. Antri. Biasakan antri di mana saja, main serobot sama dengan anda mempermalukan diri sendiri. Ini akan terjadi di loket pembelian karcis kereta, bus trans jakarta, dan di halte busway.